Pelabuhan Lembar Tutup saat Nyepi, Pemudik Lebaran Diminta Berangkat Lebih Awal
- 09 Mar 2026 20:19 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat - Pelabuhan Lembar di Kabupaten Lombok Barat dipastikan akan menghentikan sementara operasional penyeberangan saat perayaan Hari Raya Nyepi 2026. Penutupan ini berlaku bagi layanan lintas Lembar–Padang Bai yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat antara Pulau Lombok dan Bali.
Kebijakan penghentian sementara aktivitas penyeberangan tersebut merujuk pada pengaturan operasional yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Dalam kebijakan itu, empat pelabuhan utama di jalur penyeberangan Bali–Nusa Tenggara akan ditutup sementara untuk menghormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 19 Maret 2026.
Adapun pelabuhan yang dimaksud meliputi Pelabuhan Lembar di Lombok Barat, Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi, Pelabuhan Gilimanuk di Bali, serta Pelabuhan Padang Bai. Penutupan dimulai pada Rabu, 18 Maret 2026 pukul 21.00 Wita hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 01.30 Wita.
Manajer Operasional dan Teknik PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Lembar, Agus Harianto, menjelaskan penghentian operasional tersebut dilakukan menjelang perayaan Nyepi yang bertepatan dengan periode arus mudik Lebaran 2026.
“Jadi sebelum Nyepi itu kita tutup sementara. Penutupannya tanggal 18 malam, karena Nyepinya tanggal 19,” ujarnya, Senin, 9 Maret 2026.
Meski demikian, Agus menyebut kondisi lalu lintas penumpang biasanya sudah mulai menurun menjelang waktu penutupan pelabuhan. Hal itu karena sebagian besar masyarakat sudah melakukan perjalanan mudik lebih awal.
“Biasanya sebelum Nyepi itu masyarakat sudah pada mudik semua. Jadi saat penutupan biasanya lalu lintas penyeberangan sudah relatif sepi,” katanya menegaskan.
Pihak ASDP Lembar tetap mengimbau masyarakat yang berencana melakukan perjalanan mudik melalui jalur penyeberangan agar mengatur jadwal keberangkatan lebih awal dan tidak menunggu hingga mendekati waktu penutupan pelabuhan.
“Informasi ini juga sudah kami sampaikan melalui media dan pengumuman kepada pengguna jasa. Biasanya kalau Nyepi berdekatan dengan Lebaran, penumpang memang memilih berangkat lebih awal,” ucapnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode mudik dan arus balik Lebaran, pihak pelabuhan telah menyiapkan armada kapal penyeberangan yang akan dioperasikan secara bergantian.
“Kurang lebih ada 19 kapal armada yang disiapkan untuk melayani arus mudik dan arus balik nanti,” katanya.
Belasan kapal tersebut akan melayani lintasan penyeberangan selama masa mudik hingga arus balik Lebaran guna memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar.
Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar merencanakan perjalanan dengan matang, memantau informasi resmi dari otoritas pelabuhan, serta menghindari keberangkatan mendekati waktu penutupan pelabuhan.
“Harapannya masyarakat bisa mengatur perjalanan lebih awal sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan maupun penumpang di pelabuhan selama masa mudik Lebaran tahun ini,” katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....