FLLAJ Mencari Solusi terhadap Permasalahan Kemacetan
- 05 Mar 2026 13:13 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Forum Lalulintas Angkutan Jalan (FLLAJ) NTB segera melakukan aksi simulasi rekayasa arus lalulintas di Jalan Dakota dan Jalan DR. Wahidin Rembiga serta Jalan Gajah Mada Mataram, guna menemukan solusi yang ideal dalam mengurai kemacetan arus lalulintas akibat bersamaan pulang karyawan ASN dan Pelajar menuju Lombok Barat bagian Selatan dan Lombok Barat bagian Utara.
Selain itu jalan keluar yang menjadi pemikiran kedepan karena persoalan tentang kondisi pedagang kaki lima, tersebar di Jalan Jendral Sudirman Eks Bandara Selaparang, Jalan Majaphait depan Dinas PUPR dan Taman Budaya, Jalan By Pas Tembolak dan lokasi lainnya yang dinilai sebagai sumber kemacetan arus lalulintas Kktika jam sibuk. FLLAJ NTB bersama dinas Terkait sesuai dengan kewenangan dan tusinya, diajak guna melakukan penataan lebih lanjut. Disamping berbagai persoalan lainnya dalam hal penataan kota yang lebih aman, damai dan indah.
Demikian Kesimpulan pertemuan FLLAJ NTB bersama, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Balai Jalan NTB, Majelis Adat Sasaq (MAS), Tokoh Agama, PUPR, dan LSM serta Wartawan yang tergabung di PWI NTB, dipim Kabid Lalulintas dan Ketua FLLAJ Agung, dan tindak lanjut lainnya seperti RRI Mataram dapat menjadi Radio Lalulintas, dipimpin Kabid Lalulintas Dishub NTB Baiq Musfiatin,S.ST.MT dan Ketua Pokja FLLAJ NTB Drs.Agung Hartono MSTr, Kamis, 5 Maret 2026 di Mataram.
Arif Rachman Kabid Pengendalian dan Operasional Dinas Perhubungan Kota Mataram menyebutkan, lokasi yang macet dan penangananan serius adalah simpang tiga Dakota, simpang Pagesangan, Jalan Karang Pule, Bundaran Air Mancur Karang Jangkong, Dasan Cermen, SDN 2 Mataram Karang Jangkong. Lokasi ini membutuhkan penanganan secara terpadu dan terintegrasi dinas terkait sebagai langkah praktis dan strategis mengurai kamacetan. Menurut Arif yang pernah aktif di KNPI Mataram, jika pada hari Jumat bersamaan pulang karyawan, ASN, Pelajar, tidak dapat dibayangkan kemcaetan yang terjadi.
“Membutuhkan kerja keras ekstra, antar dinas terkait. Upaya pencegahan juga harus dilakukan dengan penindakan," ” jelas Arif.
Menurut Tris Kabid Penertiban Pol PP Kota Mataram, pihaknya berkomitmen melakukan penertiban terkait dengan kondisi jalan macet akibat semakin menjamurnya PKL. Penanganannya harus sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.
”Jadi harus ada kerjasama,” katanya.
Lalu Prima Wira Putra dari Majles Adat Sasaq menginginkan adanya pemahaman terhadap fungsi jalan sesuai dengan peruntukannya, ada Jalan Kodek, Jalan Beleq dan Pengorong. Katagori jalan ini sebenarnya sudah membagi klasifikasi kendaraan yang boleh melewatinya. Sekarang ini, pengorong saja dilewati mobil. Mereka harus mengedepankan kearifan local sebagai orang Suku Sasaq.
Pihak Dinas Perhubungan Kota sebenarnya secara teratur melakukan penyampaian informasi melalui berbagai platform guna pesannya sampai kepada masyarakat, tetapi respon public belum maksimal, sehingga dibutuhkan Kerjasama. Fakta fakta lain juga disampaikan Wartawan tentang kemacetan yang terjadi di beberapa lokasi yang menyebabkan terlambatnya menuju tempat kerja.
Dari Kepolisian, kedepan akan membangun fasilitas terkini terkait dengan kondisi ril seputar arus lalulintas di 80 titik, yang dapat membantu memantau tentang kemacetan. Fasilitas ini dapat digunakan media masa sebagai bahan liputan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....