Pendapatan Negara Yang Tercatat Rp1,26 Triliun

  • 06 Nov 2025 06:04 WIB
  •  Manokwari

KBRN, Manokwari : Kementerian Keuangan Provinsi Papua Barat, mengumumkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),

Regional, Kitong Pu APBN hingga 30 September 2025. Dalam Press Realease ini, Kepala Kantor Wilayah DJPb Papua Barat Moch Abdul Kobir mengatakan, Kinerja Ekonomi Regional Tumbuh Kuat.

Menurutnya Data Semester I-2025 menunjukkan tren pertumbuhan ekonomi yang kuat di wilayah Maluku-Papua. Perekonomian Papua Barat tumbuh tinggi sebesar 11,11% (ctc), menjadikannya yang tertinggi kedua di Regional Maluku-Papua. Sementara itu, Papua Barat Daya mencatat pertumbuhan stabil sebesar 3,99% (ctc), mendekati capaian pertumbuhan ekonomi nasional.

" Sektor Industri Pengolahan diidentifikasi sebagai sektor utama (leading sector) yang menggerakkan aktivitas ekonomi di Regional Papua Barat. Di tengah dinamika global, Neraca Perdagangan Regional Papua Barat juga terus membukukan surplus kumulatif sepanjang Januari hingga September 2025, meskipun terkontraksi 13,9% secara tahunan (yoy)" ujarnya.

Selain itu upaya untuk pengendalian harga menunjukkan hasil yang positif, dimana tingkat inflasi tahunan (yoy) di Regional Papua Barat, pada September 2025, masih terkendali dan berada di bawah sasaran inflasi nasional, dengan Papua Barat mencatat 1,02% dan Papua Barat Daya 1,30%.

" Tantangan ada di sektor kesejahteraan tetap ada. Angka kemiskinan di Regional Papua Barat masih tinggi, jauh di atas angka kemiskinan nasional" tambahnya.

Sementata itu untuk Kinerja APBN di Regional Papua Barat, hingga akhir September 2025 menunjukkan realisasi, Pendapatan Negara yang tercatat sebesar Rp1,26 Triliun (42,8% dari target), yang didominasi oleh Penerimaan Perpajakan sebesar Rp944,8 Miliar.

Sedangkan untuk Belanja Negara mencapai Rp15,6 Triliun (59,6% dari Pagu Anggaran).

Sebagian besar Belanja Negara disalurkan melalui Transfer Ke Daerah (TKD), dengan realisasi mencapai Rp11,2 Triliun (60,4% dari Pagu). Penyaluran ini didominasi oleh Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp5,7 Triliun.

Rekomendasi Berita