Asal Usul Meises di Berbagai Negara

  • 30 Jun 2025 18:53 WIB
  •  Manokwari

KBRN, Manokwari: Meises adalah taburan kecil warna-warni yang sering digunakan sebagai pelengkap roti dan kue, makanan manis ini pertama kali ditemukan di Prancis pada abad ke-18 oleh para pembuat roti. Di berbagai negara, meises dikenal dengan nama berbeda, seperti nonpareils di Prancis, nama dan bentuknya pun beragam sesuai tradisi masing-masing negara.

Di Indonesia, meises dikenal melalui pengaruh Belanda yang memperkenalkan produk serupa bernama hagelslag. Variasi lain dari hagelslag adalah muisjes, yaitu taburan rasa buah yang lebih khusus, karena sulit mengucapkan kata muisjes, orang Indonesia menyebutnya menjadi meises, meses, atau mises sesuai pengucapan lokal.

Tradisi Belanda, muisjes juga punya makna budaya, mereka biasanya disajikan untuk merayakan kelahiran bayi, dengan warna biru untuk bayi laki-laki dan warna pink untuk bayi perempuan. Sementara itu, kelahiran bayi keluarga kerajaan mendapat muisjes berwarna jingga sebagai tanda istimewa.

Tradisi mengonsumsi meises dengan roti tawar dibawa oleh orang Belanda ke Indonesia. Meises disantap baik dengan roti panggang maupun roti tawar biasa. Kini, meises menjadi pelengkap favorit untuk roti serta topping berbagai dessert yang populer di Indonesia.

Jadi, sejarah meises di Indonesia berawal dari kata muisjes yang diadaptasi dan menjadi bagian dari budaya kuliner lokal. Meises tak hanya soal rasa manis dan tampilan, tapi juga cerita panjang perpaduan tradisi Eropa dan Indonesia.

Mengetahui asal-usul meises membuat kita lebih menghargai camilan sederhana ini yang ternyata punya nilai budaya dan sejarah menarik. Jadi, setiap taburan meises yang kamu nikmati, ada cerita panjang yang ikut melekat di dalamnya. (Sumber: www.prb.co.id).

Rekomendasi Berita