Cek Fakta tentang Fenomena Senja
- 30 Jun 2025 18:44 WIB
- Manokwari
KBRN, Manokwari: Kita semua pasti pernah melihat matahari yang berubah warna dari putih terang di siang hari menjadi oranye kemerahan saat senja. Fenomena ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, tapi tahukah kamu mengapa hal itu bisa terjadi? Jawabannya berkaitan dengan posisi matahari dan bagaimana cahaya berinteraksi dengan atmosfer bumi.
Dilansir dari National Geographic Indonesia, seorang ahli meteorologi dari Australia bernama Adam Morgan menjelaskan bahwa ketika matahari terbit dan terbenam, posisinya berada sangat rendah di cakrawala. Pada posisi ini, sinar matahari harus melewati lapisan atmosfer yang sangat tebal sebelum sampai ke mata kita.
Ketika sinar matahari melewati lapisan atmosfer yang tebal, cahayanya akan terhambur atau tersebar, proses hamburan ini dipengaruhi oleh partikel-partikel kecil seperti debu, asap, dan polutan lain yang ada di udara. Hamburan cahaya inilah yang menyebabkan perubahan warna matahari dan langit saat senja.
Gelombang cahaya biru memiliki panjang yang lebih pendek dibandingkan dengan gelombang cahaya merah atau jingga. Di siang hari, lapisan atmosfer yang harus dilalui matahari lebih tipis, sehingga cahaya biru mudah menembus dan membuat langit tampak berwarna biru.
Namun, saat senja, lapisan atmosfer yang harus ditembus cahaya menjadi lebih tebal, gelombang cahaya biru tersebar habis, sementara gelombang cahaya dengan panjang lebih panjang seperti merah, jingga, dan kuning dapat menembus lebih jauh. Itulah sebabnya matahari dan langit tampak berwarna jingga dan merah saat terbit dan terbenam, menciptakan pemandangan yang indah. (Sumber: www.minurispasirian.sch.id).