Kenapa Sih Hujan Selalu Jadi "Bestie" Buat Orang Galau?
- 11 Mar 2026 19:50 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Pernah nggak sih, pas langit lagi cerah ceria, kamu merasa biasa saja, tapi begitu hujan turun, tiba-tiba kamu merasa jadi tokoh utama di video klip lagu sedih? Fenomena ini bukan cuma perasaan kamu saja, lho. Ternyata ada alasan ilmiah kenapa hujan dan perasaan galau itu kayak paket komplit yang nggak bisa dipisahkan. Semuanya bermula dari apa yang terjadi di dalam otak kita saat cuaca berubah jadi mendung dan basah.
Dilansir dari Healthline, Alasan pertama adalah kurangnya sinar matahari. Saat hujan, langit jadi gelap dan otak kita kekurangan asupan vitamin D serta hormon Serotonin (hormon bahagia). Sebaliknya, suasana gelap justru memicu produksi Melatonin, hormon yang bikin kita ngantuk dan pengen rebahan. Kombinasi antara kurang bahagia dan rasa malas ini akhirnya menciptakan suasana hati yang cenderung rendah alias low mood yang kita sebut galau.
Selain hormon, ada juga faktor suara yang disebut Pink Noise. Suara rintik hujan yang konstan itu sebenarnya punya frekuensi yang menenangkan saraf, tapi di saat yang sama, dia "mematikan" kebisingan dunia luar. Suasana yang tenang dan repetitif ini bikin otak kita masuk ke mode reflektif. Kita jadi lebih sering melamun dan akhirnya mulai mengingat kenangan lama yang seharusnya sudah dikubur dalam-dalam.
Secara psikologis, hujan juga menciptakan kondisi yang disebut "isolasi fisik". Karena kita terjebak di dalam ruangan dan nggak bisa bebas pergi ke mana-mana, kita jadi punya lebih banyak waktu buat berdialog dengan diri sendiri. Di momen-momen "terperangkap" inilah, pikiran-pikiran melankolis biasanya muncul tanpa diundang, mulai dari mikirin masa depan sampai menyesali chat yang nggak dibalas mantan.
Jangan lupakan juga pengaruh budaya dan media yang kita konsumsi sejak kecil. Dari film drama sampai novel romance, hujan selalu dipakai sebagai latar belakang adegan perpisahan atau kesedihan. Secara nggak sadar, otak kita sudah terprogram untuk mengasosiasikan rintik air di jendela dengan suasana melankolis. Kita seolah-olah "meniru" apa yang biasa kita lihat di layar kaca supaya merasa lebih puitis.
Intinya, galau saat hujan itu wajar banget dan manusiawi. Alam memang sedang menyediakan panggung buat kita untuk sedikit rehat dan memproses emosi yang selama ini tertumpuk oleh kesibukan. Jadi, kalau nanti hujan turun dan kamu mendadak pengen dengerin lagu galau, nikmatin saja. Itu cuma cara otak kamu buat refreshing lewat jalur melankolis sebelum besok matahari terbit lagi.