Makna Paskah dan Tahapan Perayaannya Bagi Umat Kristiani
- 10 Mar 2026 14:39 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari- Umat Kristiani di seluruh dunia akan merayakan Easter atau Hari Paskah pada Minggu, 5 April 2026. Paskah merupakan perayaan penting dalam tradisi Kristen yang memperingati kebangkitan Yesus Kristus setelah wafat di kayu salib. Bagi umat Kristiani, Paskah menjadi simbol kemenangan kehidupan atas kematian sekaligus membawa pesan harapan dan keselamatan.
Perayaan Paskah biasanya diawali dengan rangkaian ibadah yang dikenal sebagai Pekan Suci. Rangkaian ini dimulai dengan Palm Sunday atau Minggu Palma, yang mengenang peristiwa masuknya Yesus Kristus ke Yerusalem dan disambut oleh masyarakat dengan daun palma.
Selanjutnya umat Kristiani memperingati Maundy Thursday atau Kamis Putih. Pada hari ini umat mengenang perjamuan terakhir Yesus bersama para murid-Nya, yang juga menjadi awal tradisi Perjamuan Kudus dalam gereja.
Rangkaian Pekan Suci kemudian dilanjutkan dengan Good Friday atau Jumat Agung. Hari ini menjadi momen refleksi mendalam bagi umat Kristiani untuk mengenang wafatnya Yesus Kristus di kayu salib sebagai bentuk pengorbanan bagi keselamatan umat manusia.
Setelah itu terdapat Sabtu Suci, yang menjadi waktu penantian sebelum perayaan puncak Paskah. Pada malam hari biasanya dilaksanakan ibadah vigili atau misa malam Paskah yang penuh suasana khidmat.
Puncak dari seluruh rangkaian ini adalah Hari Paskah yang dirayakan dengan sukacita. Umat Kristiani biasanya mengikuti ibadah di gereja, berkumpul bersama keluarga, serta saling berbagi kebahagiaan.
Perayaan Paskah di berbagai negara juga memiliki tradisi yang beragam, namun maknanya tetap sama, yakni memperingati kebangkitan Yesus Kristus sekaligus memperkuat iman, harapan, dan kasih dalam kehidupan umat beriman.