KTNA Sulbar Ubah Kemarau Jadi Peluang, Fokus Tanam Cabai dan Semangka

  • 06 Okt 2026 13:47 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Musim kemarau dinilai dapat menjadi peluang bagi petani untuk mengembangkan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Padil, menyebut cabai dan semangka menjadi pilihan yang mulai difokuskan pihaknya dengan menyesuaikan kondisi lahan serta ketersediaan air.

“Ketika sebagian tanaman seperti jagung tidak lagi memungkinkan diselamatkan akibat keterbatasan air, petani perlu segera beralih ke komoditas yang dinilai lebih prospektif, termasuk cabai yang saat ini memiliki harga tinggi, serta semangka dan melon,”katanya

Petani, lanjut dia, harus tetap berproduksi dengan menyesuaikan jenis tanaman terhadap kondisi ketersediaan air. Tanaman yang masih memungkinkan untuk diselamatkan perlu dirawat secara maksimal, sementara tanaman yang sudah tidak dapat bertahan dapat diganti dengan komoditas lain.

“Konsep petani itu harus tetap tanam. Kalau tidak bisa tanam, bagaimana caranya tanaman yang ada tetap kita rawat semaksimal mungkin,” ujar Muhammad Padil, saat menjadi narasumber di dialog interaktif RRI Mamuju, Selasa, 6 Oktober 2026.

Ia mencontohkan tanaman jagung yang berpotensi tidak dapat diselamatkan ketika kebutuhan air tidak terpenuhi. Kondisi tersebut, menurutnya, harus diikuti dengan keputusan cepat untuk mencari alternatif tanaman yang lebih sesuai dengan kondisi lahan sekaligus memiliki nilai ekonomi tinggi.

Padil mengatakan, saat ini petani mulai mengarahkan perhatian pada sejumlah komoditas hortikultura, seperti cabai, semangka dan melon. Pemilihan komoditas tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan serta peluang harga.

“Yang kita akan fokuskan semangka, melon, cabai. Cabai harganya tinggi sekali,” katanya.

Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya petani beradaptasi dengan kondisi kemarau, bukan sekadar bertahan dari tekanan cuaca. Petani didorong untuk memaksimalkan tanaman yang masih produktif sekaligus menyiapkan komoditas pengganti yang dinilai lebih prospektif.

Padil sendiri mengaku saat ini tengah memasuki masa panen. Menurutnya, pengalaman menghadapi berbagai kondisi menjadi modal bagi petani untuk tetap menjaga produksi dan memanfaatkan peluang ekonomi di tengah kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....