Temuan TBC di Sulbar Capai 2.784 Kasus, 93 Persen Jalani Pengobatan
- 05 Okt 2026 13:08 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju- Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Sulawesi Barat mencatat sebanyak 2.784 kasus tuberkulosis (TBC) telah ditemukan di Sulawesi Barat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.598 orang atau sekitar 93 persen telah memulai pengobatan.
Pengelola Program Tuberkulosis Dinkes P2KB Provinsi Sulawesi Barat, Harsalim mengatakan, dari 2.784 kasus TBC yang ditemukan, Kabupaten Polewali Mandar mencatat jumlah kasus terbanyak dengan 1.028 kasus atau sekitar 65 persen dari target penemuan kasus.
"Jumlah terbanyak tentunya dari Kabupaten Polman sebanyak 1.028 kasus atau sekitar 65 persen dari targetnya mereka," ujarnya dalam wawancara bersama RRI Mamuju, Senin, 5 Oktober 2026.
Ia mengatakan, dari total kasus yang ditemukan, sebanyak 2.598 orang telah memulai pengobatan atau sekitar 93 persen dari total temuan.
"Kalau untuk yang diobati, dari 2.784 yang ditemukan, itu yang memulai pengobatan sebanyak 2.598 orang, atau sekitar 93 persen," katanya.
Sementara itu, capaian penemuan kasus TBC di Sulawesi Barat hingga bulan ini baru mencapai sekitar 56 persen dari target provinsi sebesar 90 persen atau sebesar 5.002 orang.
"Sampai bulan ini sekitar 56 persen sudah ditemukan dari target sebesar 90 persen secara provinsi, kami gencar lakukan di sisa triwulan ini itu active case finding namanya tracing TB di setiap kabupaten," jelasnya.
Untuk mengejar target tersebut, Dinkes P2KB Sulbar terus meningkatkan penemuan kasus melalui active case finding atau penelusuran kasus TBC di setiap kabupaten.
Upaya tersebut dilakukan di sekitar 255 titik atau lokus. Pada setiap titik, petugas memanggil masyarakat yang melakukan kontak dengan pasien yang telah terkonfirmasi TBC untuk menjalani pemeriksaan.
"Kami ada sekitar 255 titik atau lokus melakukan ini, satu titik itu kami memanggil semua kontak pasien yang terkonfirmasi TB ini," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....