Muncul Tiga Nama, Rapat Koalisi Penentuan Cawagub Sulbar Diskors

  • 24 Sep 2026 22:38 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju- Muncul tiga nama calon Pengganti Antarwaktu (PAW) Wakil Gubernur Sulawesi Barat, rapat koalisi Sulbar Maju dan Sejahtera yang membahas pengusulan calon pun diskors sementara.

Tiga nama tersebut yakni Syamsul Samad dari Partai Demokrat, Ir. Abdul Latif dari PKS, dan Fatmawati Salim yang diusung Partai NasDem.

Pertemuan yang digelar di Hotel Maleo, Kabupaten Mamuju, Kamis, 24 September 2026.

Penundaan dilakukan untuk memberikan waktu kepada masing-masing perwakilan partai untuk berkonsultasi dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) masing-masing.

Dalam rapat tersebut, turut dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang memberilan pesan sekaligus penegasan bahwa pihaknya hanya akan menerima dua nama calon untuk diusulkan kepada DPRD Sulawesi Barat.

Ketua Koalisi Sulbar Maju dan Sejahtera, Sukri Umar, mengatakan rapat menyepakati penundaan sementara untuk memberikan waktu kepada tujuh partai koalisi mengerucutkan tiga nama.

"Hasil rapat hari ini kita skor beberapa hari ke depan untuk mengkerucutkan antara tiga calon ini dan insya Allah dalam kurung waktu 2 sampai 3, atau 4 hari ke depan ini tujuh partai ini bisa sudah ketemu kesepakatan yang kira-kira bisa sampai pada dua nama," katanya.

Sukri juga menegaskan bahwa, penetapan dua nama calon yang akan diusulkan tidak terlepas dari tiga nama yang telah muncul ke publik, yakni Syamsul Samad dari Partai Demokrat, Ir. Abdul Latif dari PKS, dan Fatmawati Salim yang diusung Partai NasDem.

"Catatannya adalah tetap ada pada 3 nama yang sudah muncul itu, kira-kira begitu," ujarnya.

Lebih lanjut Sukri memaparkan bahwa pembahasan dalam rapat berlangsung dalam suasana kekeluargaan, dengan masing-masing partai menyampaikan pandangannya. Namun, keputusan belum dapat diambil karena setiap perwakilan partai masih perlu berkoordinasi dengan DPP masing-masing.

"Dinamikannya bagus, suasananya sangat kekeluargaan dan semua tadi teman-teman sudah menyampaikan apa yang menjadi cara pandang masing-masing," katanya.

"Tapi intinya karena ini politik tentu kami tidak bisa putuskan begitu saja kan, karena teman-teman partai ini kan harus berkoordinasi masing-masing ke DPP masing-masing," lanjutnya.

Selain itu, Sukri menyebut langkah musyawarah mufakat menjadi opsi yang akan diupayakan dalam menentukan dua nama calon. Ia menilai mekanisme voting masih sulit dilakukan dalam proses tersebut.

"Saya kira kalau langkah voting agak sulit. Jadi agak sulit, mungkin kita mau mufakat saja," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....