HUT ke-22 Sulbar, Gubernur: Pembangunan Harus Dirasakan Petani dan Nelayan

  • 22 Sep 2026 12:02 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, MamujuGubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menegaskan pembangunan harus benar-benar dirasakan petani, nelayan, dan generasi muda. Hal itu disampaikannya saat memimpin upacara Hari Jadi ke-22 Sulawesi Barat di Halaman Kantor Gubernur Sulbar, Selasa 22 September 2026.

Hari Jadi ke-22 Sulawesi Barat Tahun 2026 dengan mengusung tema “Mengabdi dan Berkarya Bersama, Menuju Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera.”

Upacara dihadiri Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, Anggota DPR RI dan DPD RI daerah pemilihan Sulawesi Barat, Gubernur Sulawesi Barat periode 2017–2022 Ali Baal Masdar, serta Konsul Jenderal Australia di Makassar, Sanchi Davis.

Turut hadir pula pimpinan dan anggota DPRD Sulawesi Barat, Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, unsur Forkopimda, para bupati, pimpinan DPRD kabupaten, tokoh pembentukan provinsi, tokoh adat, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Dalam amanatnya, Gubernur Suhardi Duka mengatakan peringatan hari jadi harus menjadi momentum evaluasi pembangunan, bukan sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, pembangunan harus diukur dari dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama petani, nelayan, kelompok miskin, dan generasi muda.

“Pertanyaannya, seberapa jauh pembangunan telah memperbaiki kehidupan rakyat, seberapa besar pertumbuhan ekonomi meningkatkan pendapatan petani dan nelayan, serta seberapa luas kesempatan yang kita buka bagi generasi muda,” kata Suhardi Duka.

Ia menyebut Produk Domestik Regional Bruto per kapita Sulawesi Barat meningkat dari sekitar Rp4,45 juta pada 2004 menjadi Rp46,65 juta pada 2025. Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, Pemprov Sulbar mengalokasikan sekitar Rp200 miliar pada 2026 bagi peningkatan dan rehabilitasi jalan, jembatan, serta jaringan irigasi.

Suhardi menyampaikan tingkat kemiskinan Sulawesi Barat kini berada di angka 10 persen, terendah sejak provinsi itu terbentuk. Namun, lebih dari 148 ribu warga masih memerlukan intervensi pemerintah.

“Pekerjaan kita belum selesai. Tugas kita memastikan masyarakat bukan hanya keluar dari garis kemiskinan, tetapi benar-benar naik kelas dan memiliki kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Di sektor pendidikan, penerima beasiswa meningkat dari 561 orang pada 2025 menjadi 1.040 orang pada 2026 dengan total anggaran lebih dari Rp7 miliar.

Dalam rangkaian peringatan tersebut, Pemprov Sulbar juga menyerahkan beasiswa, bantuan perlengkapan sekolah, bantuan rumah tidak layak huni, sertifikat masyarakat berpenghasilan rendah, serta penghargaan bagi mitra pembangunan dan anggota Paskibraka Nasional asal Sulawesi Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....