Ekonomi Sulbar Tumbuh Positif, DJPb Dorong Realisasi Belanja Pemda
- 08 Sep 2026 08:25 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Kinerja perekonomian Sulawesi Barat (Sulbar) dinilai berada dalam kondisi positif. Namun, belanja pemerintah daerah dinilai masih perlu didorong agar memberikan efek pengganda atau multiplier effect terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Kepala Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Barat, Syakran Rudy, mengatakan pertumbuhan ekonomi Sulbar saat ini ditopang sejumlah faktor, salah satunya belanja pemerintah yang mampu mendorong perputaran ekonomi.
“Sekarang pertumbuhan ekonomi kita bagus. Di wilayah Sulbar, pertumbuhannya karena belanja pemerintah itu mempunyai efek multiplier, mendorong perekonomian bergerak, ditambah lagi inflasi yang rendah,” ujar Syakran saat diwawancara, Senin, 7 September 2026.
Menurutnya, untuk menjaga momentum pertumbuhan tersebut, belanja pemerintah daerah menjadi salah satu aspek yang perlu terus didorong. Realisasi belanja daerah dinilai dapat memberikan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap aktivitas ekonomi di Sulawesi Barat.
“Belanja pemerintahnya, yang memang harus didorong itu belanja pemerintah daerah. Kalau itu dilakukan juga, ditambah, itu bergeraknya bagus,” katanya.
Syakran menilai pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat yang tercatat dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kondisi perekonomian daerah masih berada pada jalur positif.
Meski demikian, ia menegaskan pertumbuhan ekonomi tidak semata-mata ditentukan oleh belanja pemerintah. Sejumlah komponen lain, seperti investasi dan konsumsi masyarakat, juga memiliki peran penting dalam membentuk pertumbuhan ekonomi.
“Pertumbuhan ekonomi itu tidak hanya belanja pemerintah, tapi ada investasi pemerintah, konsumsi masyarakat yang menentukan di dalamnya,” jelasnya.
Syakran menambahkan, kombinasi antara belanja pemerintah yang produktif, investasi, konsumsi masyarakat, serta inflasi yang tetap terkendali menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat.
Ia memastikan, secara umum tidak terdapat persoalan mendasar dalam konteks pertumbuhan ekonomi Sulbar saat ini.
“Saya pikir nggak ada permasalahan di dalam konteks,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....