Walhi Tegaskan Masyarakat Bukan Pelaku Utama Karhutla

  • 02 Sep 2026 12:26 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Direktur Eksekutif Daerah Walhi Sulawesi Barat, Refli Sakti Sanjaya, menegaskan masyarakat bukan pelaku sesungguhnya dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang marak terjadi. Ia menyoroti narasi yang kerap menyalahkan masyarakat sebagai tindakan yang tidak berdasar.

Sakti menyampaikan hal tersebut dalam dialog interaktif Green Radio di RRI Mamuju, Sabtu, 29 Agustus 2026. Pernyataan ini merespons keluhan seorang pendengar asal Polewali Mandar, Salman, yang menelepon langsung ke siaran tersebut.

Menurutnya, Walhi sepakat dengan keluhan masyarakat yang merasa selalu dikambinghitamkan atas terjadinya karhutla setiap tahun.

"Walhi juga sepakat bahwa masyarakat bukan pelaku sesungguhnya dari karhutla ini, memang ada pelakunya," ujar Sakti.

Ia menjelaskan temuan Walhi menunjukkan masyarakat secara logika tidak mungkin membuka lahan hingga skala ribuan atau ratusan ribu hektare. Sakti menyebut kapasitas masyarakat membuka lahan hanya berkisar satu hingga dua hektare secara berkelompok.

Ia menegaskan cara membuka lahan secara besar-besaran tanpa biaya besar justru dilakukan dengan cara membakar oleh pihak yang memiliki kepentingan skala industri.

"Saya yakin tidak akan ada masyarakat yang bisa membuka lahan dengan cara membakar itu sekali besar-besaran," katanya.

Sakti menambahkan pihak yang seharusnya menjadi perhatian pemerintah daerah adalah perusahaan-perusahaan yang memiliki wilayah konsesi di Sulawesi Barat. Statement pemerintah yang kerap menyasar masyarakat dinilai justru mengabaikan akar masalah sebenarnya.

Sakti menyebut fenomena kambing hitam ini berkaitan dengan lemahnya penegakan hukum terhadap korporasi yang terbukti berada di wilayah konsesi karhutla. Ia menegaskan negara tunduk pada kepentingan korporasi ketika penindakan tegas tidak pernah dilakukan.

Ia mendesak pemerintah tidak hanya fokus memberikan himbauan kepada masyarakat, melainkan mengambil tindakan nyata terhadap korporasi. Sakti menekankan negara juga harus berani mengungkap aktor intelektual di balik pembukaan lahan dengan cara membakar.

google-preference
Audio
Putar Audio

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....