Sentuh Industri Minyak Kelapa Mandar Majene, FTI ITB Boyong Sampel Minyak ke Lab

  • 23 Agt 2026 12:25 WIB
  •  Mamuju

RI. CO.ID, Majene - Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran Institut Teknologi Bandung (DPMK ITB) bersama Fakultas Teknologi Industri ITB (FTI ITB) bersama Pemprov Sulbar dan Unsulbar turun langsung ke Majene untuk meningkatkan mutu industri minyak kelapa Mandar. Sampel buah kelapa dan minyak dari IKM Labuang Utara dibawa ke laboratorium ITB Bandung guna mencari solusi presisi atas kendala produksi.

Kegiatan ini difasilitasi penuh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Dinas Koperindag Sulbar), berkolaborasi dengan Pemkab Majene dan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar).

Tim pengabdian FTI ITB dipimpin Nur Faizatus Sa'idah. Tim ini menggabungkan kepakaran dari Manajemen Rekayasa, Teknik Pangan, Teknik Bioenergi dan Kemurgi, Teknik Industri, dan Teknik Kimia untuk membedah ekosistem produksi kelapa Mandar secara menyeluruh, mulai dari kualitas bahan, keandalan peralatan, manajemen produksi, hingga aspek kimiawi produk.

Rangkaian kegiatan diawali Focus Group Discussion (FGD) di Aula SMKN 1 Majene, Jumat 14 Agustus 2026. Hadir Kepala SMKN 1 Majene dan Lurah Labuang Utara, A. Alfian Hizbullah, http://S.IP. Keesokan harinya, Sabtu 15 Agustus2026, tim gabungan FTI ITB, Unsulbar, Diskopdagrin Majene, dan Diskoperindag Sulbar meninjau langsung Sentra Minyak Kelapa Mandar di Labuang Utara, meliputi Lingkungan Tulu, Kampung Baru, dan Layonga.

Perwakilan dosen Teknik Industri ITB, Dr. Ir. Sukoyo, M.T. mengatakan FGD bertujuan mendengar langsung kendala IKM agar solusi yang diberikan tepat sasaran.

"Hari ini kami ingin mendengar langsung keluhan Ibu-ibu terkait pembuatan minyak ini. Dan jika bersedia, kami ingin turun dan melihat langsung proses produksi minyak kelapa Mandar ini," ujar Sukoyo.

Dalam FGD, pimpinan IKM Kelurahan Kampung Baru, Dahlia, menyampaikan dua masalah utama: munculnya endapan hitam pada minyak dan tantangan memperpanjang masa simpan tanpa menghilangkan aroma khas minyak goreng kelapa Mandar.

Dari pengamatan lapangan, Ketua Program Studi Manajemen Rekayasa ITB, Muhammad Akbar, S.T., M.T., Ph.D. menilai proses produksi IKM sudah sangat efisien dan mendekati _near zero waste_. Ampas kelapa, batok, dan blondo dijual untuk menambah pendapatan. Sabut kelapa digunakan sebagai bahan bakar. Hanya limbah air kelapa yang belum termanfaatkan dan masih dibuang.

Untuk menjawab persoalan limbah itu, FTI ITB bersama Unsulbar dan Dinas Koperindag Sulbar menyiapkan pelatihan produksi Nata de Coco.

"Kegiatan ini direncanakan tidak hanya melibatkan para pelaku IKM, tetapi juga merangkul SMKN 1 Majene Jurusan Tata Boga—sebagai wujud penguatan sinergi _link and match_ antara industri rakyat dan pendidikan vokasi di daerah," kata Ketua Program Studi Teknik Industri ITB, Dr. Wisnu Aribowo.

Sementara untuk masalah endapan hitam dan daya simpan, FTI ITB menerapkan pendekatan _evidence-based research_. Tim FTI ITB, Burhannudin, S.T., http://M.Sc., http://P.D.Eng., Ph.D., memboyong sampel buah kelapa dan minyak kelapa hasil produksi IKM Labuang Utara ke laboratorium ITB di Bandung untuk diuji.

Langkah intervensi berbasis riset ini sejalan dengan Visi "Sulawesi Barat Maju & Sejahtera" Pemprov Sulbar melalui hilirisasi komoditas unggulan daerah.

Kepala Dinas Koperindag Sulbar, Masriadi Nadi Atjo, menegaskan kolaborasi ini penting agar teknologi tepat sasaran.

"Sebagai pembina IKM di Sulawesi Barat, tugas kami adalah memastikan fasilitasi teknologi dan pendampingan yang masuk tepat sasaran. Kolaborasi Dinas Koperindag Sulbar bersama FTI ITB, Unsulbar, dan Pemda Majene ini adalah tahap diagnostik penting. Kita mengidentifikasi masalah secara presisi agar solusi yang diterapkan nantinya ilmiah, terukur, dan berdampak langsung pada kesejahteraan perajin," ujar Masriadi, Sabtu 22 Agustus 2026 di Mamuju.

Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Dinas Koperindag Sulbar, Muh Aswad, menambahkan kunjungan ini adalah tahap awal pemetaan masalah.

"Kunjungan ini merupakan kunjungan awal untuk memahami lebih jauh permasalahan yang dihadapi pelaku industri kecil minyak kelapa. Untuk saat ini, direncanakan akan ada pelatihan produksi Nata de Coco yang melibatkan IKM dan SMKN 1 Majene Jurusan Tata Boga sebagai solusi atas air kelapa yang selama ini masih belum dimanfaatkan. Adapun untuk masalah mutu minyak, kita menunggu hasil dari pengujian lab Tim FTI ITB agar nantinya solusi yang diterapkan benar-benar sesuai," terang Aswad.

Sinergi FTI ITB, Unsulbar, Pemkab Majene dan Dinas Koperindag Sulbar diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan umur simpan minyak kelapa Mandar hingga menembus pasar modern dan memperkuat perekonomian masyarakat Majene.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....