Hortikultura hingga Industri Pengolahan Topang Ekonomi Sulbar Triwulan II

  • 07 Agt 2026 14:37 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat mencatat perekonomian Sulawesi Barat pada Triwulan II-2026 tumbuh 5,2 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh meningkatnya kinerja sejumlah sektor utama, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, pertambangan hingga industri pengolahan.

Kepala BPS Sulawesi Barat, Suri Handayani, mengatakan sektor pertanian masih menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah dengan meningkatnya produksi hortikultura tahunan.

"Terjadi peningkatan produksi hortikultura tahunan, utamanya komoditas buah-buahan seperti durian, pisang, rambutan, dan juga langsat. Kemudian juga produksi perkebunan, utamanya tandan buah segar sawit yang mengalami pertumbuhan cukup signifikan. Begitu pula dengan komoditas kakao," ujar Suri Handayani, Jumat, 7 Agustus 2026.

Selain tanaman pangan dan perkebunan, subsektor peternakan juga menunjukkan kinerja positif sepanjang Triwulan II-2026. Menurut Suri, peningkatan produksi terjadi pada komoditas daging sapi, daging babi, daging ayam, hingga telur.

Ia menjelaskan, kenaikan produksi tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan pasar, termasuk untuk memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta tingginya konsumsi masyarakat pada momentum Iduladha dan Hari Besar Keagamaan Hindu.

Di sektor pertambangan, BPS juga mencatat adanya peningkatan produksi galian C. Kondisi ini didorong oleh meningkatnya permintaan material dari luar daerah, terutama untuk memenuhi kebutuhan ekspor ke Kalimantan.

"Fenomena positif lainnya adalah adanya peningkatan produksi pertambangan jenis galian C karena peningkatan permintaan ekspor ke Kalimantan," ungkap Suri.

Sementara itu, sektor industri pengolahan juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat. Produksi industri makanan dan minuman, khususnya crude palm oil (CPO) beserta produk turunannya, mengalami peningkatan volume produksi selama Triwulan II-2026.

Meski demikian, BPS mencatat laju pertumbuhan industri tersebut tidak secepat periode yang sama pada tahun sebelumnya.

BPS menilai rangkaian peningkatan produksi di berbagai sektor tersebut menjadi faktor penting yang menopang pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat hingga mencapai 5,2 persen secara tahunan pada Triwulan II-2026. Ke depan, keberlanjutan produktivitas sektor pertanian, industri pengolahan, serta aktivitas pertambangan diharapkan tetap menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....