BPS: Kemiskinan Sulbar 10 Persen pada Maret 2026, Terendah dalam Setahun

  • 06 Agt 2026 12:34 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat mencatat persentase penduduk miskin di Sulawesi Barat pada Maret 2026 turun menjadi 10 persen. Angka tersebut menunjukkan tren perbaikan dibandingkan periode September 2025 diangka 10,18 persen maupun Maret 2025 diangka 10,41 persen.

Kepala BPS Provinsi Sulawesi Barat, Suri Handayani, mengatakan tingkat kemiskinan pada Maret 2026 mengalami penurunan sebesar 0,18 persen poin dibandingkan September 2025. Jika dibandingkan dengan Maret 2025, penurunannya bahkan mencapai 0,41 persen poin.

"Persentase penduduk miskin pada Maret 2026 adalah 10 persen. Jadi, persentase penduduk miskin pada Maret 2026 jika dibandingkan September 2025 terjadi penurunan 0,18 persen poin. Sementara jika dibandingkan bulan Maret 2025 sebesar 10,41 persen sehingga ada penurunan 0,41 poin," ujar Suri Handayani, dalam berita resmi statistik yang digelar di aula kantornya, Rabu, 5 Agustus 2026.

Penurunan tersebut mengindikasikan kondisi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Barat terus membaik dalam kurun satu tahun terakhir. Meski demikian, BPS mencatat dinamika yang berbeda antara wilayah perkotaan dan pedesaan jika dibandingkan dengan kondisi enam bulan sebelumnya.

Suri menjelaskan, secara spasial jumlah penduduk miskin pada periode Maret 2026 menunjukkan peningkatan di wilayah perkotaan dibandingkan September 2025. Sebaliknya, jumlah penduduk miskin di wilayah pedesaan mengalami penurunan pada periode yang sama.

"Jumlah penduduk miskin menurut daerah dibagi menjadi dua, yaitu desa dan kota. Jadi, dibandingkan dengan kondisi September terjadi kenaikan jumlah penduduk miskin yang ada di kota, tetapi ada penurunan jumlah penduduk miskin di pedesaan," jelasnya.

Namun, jika dibandingkan secara tahunan atau terhadap kondisi Maret 2025, tren penurunan terjadi di kedua wilayah tersebut. Baik kawasan perkotaan maupun pedesaan sama-sama mencatat penurunan jumlah penduduk miskin.

"Jika dibandingkan untuk kondisi Maret 2025, baik di daerah perkotaan maupun di daerah pedesaan semuanya terjadi penurunan," kata Suri.

BPS menilai capaian tersebut menunjukkan upaya pengurangan kemiskinan di Sulawesi Barat masih berada pada jalur yang positif. Meski terdapat peningkatan jumlah penduduk miskin di wilayah perkotaan dalam enam bulan terakhir, penurunan secara tahunan di kedua wilayah menjadi sinyal bahwa kondisi sosial ekonomi masyarakat secara umum terus mengalami perbaikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....