Proyek Sekolah Rakyat Terlambat, Menteri PU Minta Bantuan Personil TNI

  • 05 Agt 2026 08:34 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bakal menggandeng jajaran TNI guna memperkuat dan menambah personil pengerjaan proyek Sekolah Rakyat di Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju. Langkah ini diambil untuk mengejar ketertinggalan target pengerjaan konstruksi yang dinilai sangat terlambat.

Hal tersebut ditegaskan Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo saat meninjau langsung lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Mamuju, Senin 3 Agustus 2026.

Dody menjelaskan bahwa progres pengerjaan di lapangan masih jauh dari kata selesai lantaran adanya kendala teknis pada tahap awal konstruksi, khususnya kondisi tanah lokasi yang sangat keras sehingga memakan waktu lebih lama untuk pengerjaan fondasi.

"Ini masih belum selesai, masih jauh dari kata selesai dan menurut saya sudah sangat terlambat. Oleh karena itu, kita lagi coba percepat dan meminta bantuan teman-teman TNI untuk menambah tim supaya pengerjaan fisik bisa lebih dipercepat," ujar Dody.

Dodi juga menyinggung pihak kontraktor pelaksana, PT Hutama Karya, agar bergerak cepat merampungkan pembangunan mengingat Sekolah Rakyat karena merupakan salah satu program prioritas Presiden.

Terkait pelaksanaan kegiatan awal masuk Sekolah, Dody menjelaskan bahwa jadwal operasional tidak serentak di tiap daerah karena masih menyesuaikan kesiapan sarana fisik serta administrasi tenaga pendidik di tingkat Pemda.

"Tiap tempat bervariasi bergantung kesiapan daerah, ada yang 31 Juli, 14 Agustus, hingga 25 Agustus. Ada yang masih menunggu kesiapan pendaftaran siswa dan tenaga pendidiknya," terangnya

Dengan penambahan tenaga bantuan dari personil TNI diharapkan mampu mendongkrak pengerjaan di area proyek Sekolah Rakyat Mamuju.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....