Sekda Sulbar Minta Akses Pekerja dan Siswa Sekolah Rakyat Dipisah
- 01 Sep 2026 14:46 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana menginstruksikan pelaksana proyek pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Sulbar untuk memperketat pengamanan dan memisahkan jalur akses antara siswa dan pekerja konstruksi.
Hal tersebut disampaikan Junda usai memimpin Rapat Pleno Finalisasi Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulawesi Barat di Mamuju, Senin 31 Agustus 2026.
Menurut Junda, di tengah proses pembangunan fisik yang masih berlangsung, Pemprov Sulbar memprioritaskan faktor keselamatan serta kenyamanan peserta didik yang akan memulai kegiatan MPLS.
Untuk itu, ia meminta pihak kontraktor pelaksana dan pengelola sekolah untuk menetapkan standar operasional pengamanan yang ketat di area lokasi proyek.
"jalur akses jangan bergabung antara pekerja fisik dengan siswa, jalannya harus dipisah. Lalu, pengamanan ketat harus diterapkan supaya anak-anak kita tidak terdampak dari proses pembangunan yang sementara berjalan," tegasnya.
Junda juga menegaskan bahwa pengerjaan infrastruktur fisik gedung dan fasilitas penunjang harus terus berjalan tepat waktu sesuai dengan target alokasi daya tampung keseluruhan. Menurutnya untuk menampung sebanyak 1.050 Siswa secara utuh, seluruh fasilitas ruang kelas dan asrama harus siap.
"pengerjaan konstruksi harus berlanjut sesuai target jadwal. Karena jika kita ingin menampung target total 1.050 siswa secara utuh, maka seluruh fasilitas ruang kelas dan asrama harus siap," ujar Junda Maulana.
Dengan berbagai kesiapan tersebut, pemerintah optimistis MPLS dan proses belajar mengajar tahap awal Sekolah Rakyat dapat segera dilaksanakan dengan tetap mengutamakan keamanan dan kenyamanan siswa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....