Densus 88 Edukasi Siswa SMAN 1 Kalukku Cegah Pemahaman IRET
- 29 Jul 2026 14:54 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju — Tim Pencegahan Satgaswil Sulawesi Barat Densus 88 Antiteror menggelar sosialisasi pencegahan paham IRET dan bahaya Nihilistic Violent Extremism atau NVE di SMAN 1 Kalukku, Kabupaten Mamuju, Rabu 29 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah yang berlokasi di Jalan Poros Mamuju–Palu, Kecamatan Kalukku ini diikuti sebanyak 104 siswa-siswi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Kalukku, Khaliq Gifari dan Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar yang menjadi narasumber terdiri dari Iptu Edi Surya, Ipda Benyamin Jecshon, Bripka Ismail Azis, dan Briptu Muh. Affany Aghny.
Dalam sambutannya, Khaliq Gifari menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim dari Densus 88 AT yang telah memberikan edukasi kepada para siswa terkait ancaman paham radikal.
Ia menilai kegiatan tersebut penting untuk meningkatkan kewaspadaan generasi muda terhadap potensi penyebaran paham menyimpang, khususnya melalui media digital.
Sementara itu, dalam pemaparan materi, tim pencegahan menjelaskan karakteristik paham IRET beserta indikator awal penyebarannya. Mereka juga menguraikan konsep Nihilistic Violent Extremism (NVE), yakni bentuk ekstremisme kekerasan yang tidak berlandaskan ideologi yang jelas, namun didorong oleh penolakan terhadap nilai kemanusiaan, norma sosial, dan hukum.
Menurut tim, paham tersebut dapat menyusup melalui berbagai saluran, seperti game online, media sosial, hingga interaksi dalam ruang digital sehari-hari.
Selain itu, para peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun daya tangkal sejak dini, meningkatkan literasi digital, serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan moderasi dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab, doa bersama, serta foto bersama antara peserta dan narasumber.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan para siswa mampu lebih bijak dalam menyaring informasi serta tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang berpotensi merusak tatanan sosial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....