SE 2026 di Sulbar Capai 70 Persen, BPS Hadapi Kendala Penolakan Responden

  • 28 Jul 2026 14:34 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat mencatat pelaksanaan lapangan Sensus Ekonomi (SE) 2026 telah mencapai sekira 70 persen. Meski demikian, petugas masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan menjelang berakhirnya masa pendataan pada 31 Agustus 2026 mendatang.

Statistisi Ahli Madya sekaligus Ketua Bidang Teknis Pendataan dan Manajemen Lapangan SE2026 BPS Provinsi Sulawesi Barat, M. S. Alim Sudiasto, mengatakan pelaksanaan sensus telah berlangsung selama 45 hari dan menyisakan sekira satu bulan untuk menyelesaikan pendataan di seluruh wilayah Sulawesi Barat.

"Sensus ekonomi sudah berlangsung selama 45 hari dan tinggal satu bulan lagi pelaksanaan lapangan yang akan berakhir pada tanggal 31 Agustus. Progres sampai dengan saat ini diperkirakan sekitar 70 persen pelaksanaan lapangan," kata Alim Sudiasto saat diwawancara, Selasa, 28 Juli 2026.

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaannya petugas sensus masih menemukan berbagai kendala yang memengaruhi proses pendataan. Salah satunya adalah adanya responden yang menolak untuk didata.

Selain itu, terdapat pula pelaku usaha yang sedang berada di luar daerah saat petugas melakukan kunjungan, sehingga proses wawancara harus dijadwalkan ulang.

"Banyak kendala yang ditemui petugas di lapangan, seperti responden yang menolak, responden yang sedang melakukan perjalanan, dan responden yang usahanya masih menunggu pelaporan dari kantor pusat," ujarnya.

Menurut Alim, BPS terus melakukan berbagai upaya untuk mengejar target penyelesaian pendataan hingga batas akhir pelaksanaan lapangan pada 31 Agustus 2026. Petugas juga tetap melakukan koordinasi dan kunjungan ulang kepada responden yang belum dapat diwawancarai.

BPS Sulawesi Barat berharap pelaku usaha dapat memberikan dukungan dengan menerima kehadiran petugas sensus dan menyampaikan data usaha secara lengkap dan akurat. Partisipasi masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menghasilkan data ekonomi yang berkualitas sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....