Cabai Rawit Jadi Pemicu Utama Inflasi September di Sulbar
- 01 Okt 2026 14:55 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Komoditas cabai rawit menjadi komoditas yang paling dominan mendorong inflasi bulanan di Sulawesi Barat periode September 2026.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Barat, Suri Handayani, dalam rilis Berita Resmi Statistik, menyampaikan inflasi month to month (mtm) September 2026 terhadap Agustus 2026 tercatat sebesar 0,38 persen.
Menurut Suri, sejumlah komoditas pangan menjadi penyumbang inflasi pada periode tersebut. Cabai rawit memberikan andil inflasi sebesar 0,21 persen, disusul cabai merah dan pisang masing-masing 0,06 persen, sementara telur ayam ras memberikan andil 0,05 persen, dan bakso siap santap sebesar 0,04 persen.
Suri menekankan perlunya kewaspadaan terhadap perkembangan harga cabai rawit, terutama menjelang akhir tahun. Periode tersebut dinilai perlu diantisipasi karena berpotensi terjadi peningkatan tekanan inflasi pada kelompok bahan makanan, terutama komoditas yang permintaannya meningkat.
“Kita perlu mewaspadai cabai rawit karena kita mulai beranjak menuju akhir tahun. Biasanya pada akhir tahun ada lonjakan inflasi untuk barito, jadi kita harus waspadai dan mulai melakukan mitigasi-mitigasi,” ujar Suri, Kamis, 1 SOktober 2026.
Ia mengatakan langkah mitigasi perlu dilakukan sejak dini untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga komoditas pangan strategis.
Dengan inflasi bulanan sebesar 0,38 persen pada September, perkembangan harga pangan, khususnya cabai rawit, menjadi salah satu indikator yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan menjelang periode akhir tahun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....