Dikbud Sulbar: Sudah lama Membatasi Pengunaan Gawai di Sekolah
- 23 Jul 2026 14:33 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dikbud Provinsi Sulawesi Barat menyatakan telah lebih dulu membatasi penggunaan gawai di lingkungan SMA, SMK, dan SLB. Kebijakan itu diterapkan jauh sebelum terbitnya surat edaran dari Kementerian Pendidikan.
Hasil evaluasi menunjukkan kebijakan tersebut mendapat dukungan luas dan dinilai berdampak positif terhadap proses belajar peserta didik.
Kepala UPTD Balai Data dan Informasi Dikbud Sulawesi Barat, Irham Yakub, mengatakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat telah lebih dulu mengeluarkan surat edaran kepada seluruh satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB yang berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi untuk membatasi penggunaan gawai di sekolah.
"Pembatasan gawai ini jauh sebelumnya. Kami di Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat sudah lama membuat surat edaran kepada seluruh satuan pendidikan yang menjadi kewenangan kita di Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan pembatasan gawai," kata Irham Yakub, saat menjadi narasumber di dialog RRI Mamuju, Kamis, 23 Juli 2026.
Menurutnya, kebijakan tersebut diterapkan karena penggunaan gawai yang tidak terkontrol dinilai dapat memengaruhi perkembangan dan proses belajar peserta didik.
"Dampak gawai, bahaya gawai ini sangat luar biasa terhadap perkembangan tumbuhnya anak didik kita di Sulawesi Barat," ujarnya.
Irham menjelaskan, sebelum terbitnya surat edaran dari kementerian, pihaknya telah melakukan monitoring terhadap pelaksanaan kebijakan tersebut di sejumlah sekolah untuk mengetahui efektivitasnya.
Monitoring dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari peserta didik, guru, kepala sekolah hingga orang tua murid. Hasilnya, mayoritas memberikan penilaian positif terhadap penerapan pembatasan gawai di sekolah.
"Sebelum terbitnya surat edaran dari Menteri ini, kami sudah melakukan monitoring terhadap surat edaran dan apakah surat edaran yang kami kirimkan ke satuan pendidikan itu dampaknya bagaimana," katanya.
"Hasil monitoring itu kami mendapatkan informasi baik dari siswa, guru, kepala sekolah maupun orang tua murid. Semuanya mengatakan dampaknya sangat bagus, sangat luar biasa. Beberapa aspek yang kami tanyakan terkait pembatasan ini juga mereka sangat mendukung," tambahnya.
Dikbud Sulawesi Barat berharap dukungan dari sekolah dan orang tua terus berlanjut agar kebijakan pembatasan penggunaan gawai dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif, meningkatkan konsentrasi siswa di kelas, serta mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....