Dosen Unsulbar: Keterbatasan Modal Bukan Penghalang Utama Bisnis di Era Digital
- 21 Jul 2026 06:44 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Keterbatasan modal dinilai tidak lagi menjadi penghalang utama bagi seseorang yang ingin memulai usaha di era serba digital. Pemanfaatan media sosial dan strategi pemasaran kreatif menjadi kunci utama bagi pebisnis pemula untuk membangun pasar tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Kepala Program Studi Bisnis Digital Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Anis Anshari menyatakan, pengusaha pemula dapat memanfaatkan metode Minimum Viable Product (MVP) untuk menguji minat pasar sebelum memproduksi atau membeli barang dalam jumlah banyak.
"Teknik ini digunakan untuk menguji apakah produk kita diterima pasar atau tidak. Kita bisa membuat simulasi iklan sederhana tanpa biaya untuk melihat seberapa besar jangkauan dan ketertarikan calon pembeli," ujar Anis dalam Dialog Interaktif di RRI Mamuju, Jumat 17 Juli 2026.
Selain uji coba pasar, Anis menyarankan para pemula yang tidak memiliki modal untuk mengawali langkah sebagai pembuat konten (content creator) atau pemasar afiliasi (affiliate). Melalui skema ini, seseorang dapat menjual produk milik orang lain hanya dengan mengandalkan katalog atau membuat konten video promosi menarik melalui platform digital seperti TikTok maupun Facebook.
Menurutnya, tren konsumsi masyarakat saat ini lebih menyukai promosi berbasis video dibandingkan sekadar deskripsi gambar. Fleksibilitas individu dalam membuat konten yang autentik justru kerap mampu menjangkau pasar yang sulit ditembus oleh kampanye berbiaya besar dari perusahaan.
"Kalau belum ada modal besar, jualan saja dulu produk orang lain sebagai affiliate atau reseller. Tidak perlu stok barang, cukup dengan handphone dan kemampuan membuat konten. Jadi modal modal minim atau nol rupiah pun usaha sudah bisa jalan," jelasnya.
Anis menambahkan, ketika usaha affiliate tersebut sudah menghasilkan keuntungan yang konsisten, barulah pelaku usaha melangkah ke tahap scaling up. Keuntungan yang terkumpul dapat dialokasikan untuk membuka toko daring di pasar digital, menyediakan stok barang sendiri, serta menetapkan margin keuntungan yang lebih tinggi.
Ia menegaskan, keberhasilan bisnis digital pada tahap awal sangat ditentukan oleh seberapa luas jangkauan pasar yang mampu diraih, bukan seberapa besar modal awal yang dimiliki.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....