Pembangunan Sekolah Rakyat 21 Mamuju baru 80 Persen

  • 10 Jul 2026 09:30 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menargetkan penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terintegrasi 21 Mamuju dapat dimulai pada 31 Juli 2026, mundur dari jadwal awal 17 Juli. Penundaan ini dilakukan menyusul progres pembangunan gedung yang baru mencapai 80 persen dan kesiapan tenaga pendidik serta pendukung yang masih belum tuntas.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, usai memimpin rapat koordinasi kesiapan pembangunan dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Mamuju, Kamis 9 Juli 2026.

"Baru saja ini kita melakukan rapat koordinasi untuk kesiapan pembangunan dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Sesuai dengan arahan menteri bahwa tahapan-tahapan itu sudah dimulai tanggal 1 Juli. 1-5 Juli kita disuruh mengecek bangunan dan tanggal 10-13 itu kita sudah mobilisasi siswa dan guru kemudian memulai mata pelajaran itu di tanggal 17 Juli," ujar Junda.

Namun, hasil evaluasi menunjukkan progres pembangunan fisik baru mencapai sekitar 80 persen, sehingga target operasional sesuai jadwal dinilai sulit direalisasikan. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar dibawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan kementerian terkait kemungkinan penyesuaian jadwal pembukaan sekolah menjadi 31 Juli 2026, dengan syarat fasilitas utama telah siap digunakan.

Sekda menekankan, apabila pembelajaran dimulai saat masih terdapat pekerjaan konstruksi, maka proses tersebut tidak boleh mengganggu kegiatan belajar mengajar maupun membahayakan keselamatan para siswa.

"Jangan sampai anak-anak sudah berada di dalam, tetapi masih terganggu oleh pekerjaan pembangunan. Yang paling penting juga jangan sampai ada risiko keselamatan akibat aktivitas proyek," tegas Junda Maulana.

Selain kesiapan gedung, Pemprov Sulbar juga mengevaluasi kesiapan tenaga pendukung, mulai dari guru, tenaga kependidikan, juru masak, petugas laundry hingga petugas kebersihan yang akan mendukung operasional Sekolah Rakyat.

Rapat evaluasi lanjutan dijadwalkan pada 21 Juli 2026, kemudian peninjauan lapangan dilakukan pada 23 Juli 2026 untuk memastikan kondisi bangunan. Jika seluruh persyaratan terpenuhi dan mendapat persetujuan kementerian, siswa dan tenaga pendidik ditargetkan mulai masuk pada 31 Juli 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....