Garatta TBC, Cara Dinkes Sulbar Atasi Masalah TBC
- 04 Jul 2026 09:36 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat memperkenalkan strategi "Garatta TBC" dalam dialog interaktif di Studio RRI Mamuju, Jumat 3 Juli 2026.
Strategi ini diluncurkan sebagai upaya percepatan penanggulangan Tuberkulosis dan dukungan terhadap visi "Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera" di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka.
Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, mengatakan strategi "Garatta TBC" mengusung pendekatan jemput bola karena masih banyak kasus TBC yang belum terdeteksi di lapangan.
"Kita tidak bisa lagi bekerja dengan cara biasa atau sekadar menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan. Melalui Garatta TBC, kita melakukan jemput bola. Ini adalah komitmen penuh pemerintah provinsi di bawah arahan Bapak Gubernur Suhardi Duka untuk memastikan masyarakat Sulbar sehat, produktif, dan bebas dari beban TBC," tegasnya.
Keberhasilan strategi ini bertumpu pada kolaborasi masif lintas sektor. DKPPKB menggandeng Polda Sulbar untuk mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas yang bersentuhan langsung dengan warga.
Di tingkat desa, DKPPKB juga memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Desa, TP-PKK, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, dan Tokoh Pemuda.
Peran mereka meliputi penyisiran klaster keluarga di posyandu, penghapusan stigma terhadap penderita TBC, hingga edukasi pola hidup sehat melalui media digital.
"Melalui pelibatan Bhabinkamtibmas dan perangkat desa, pengawasan pasien TBC akan dikawal berlapis. Mulai dari deteksi dini gejala, rujukan ke puskesmas, hingga kepatuhan minum obat sampai sembuh," jelas Nursyamsi.
Ia mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri atau melaporkan kerabat yang mengalami batuk lebih dari dua minggu.
"Dengan sinergi seluruh elemen, Sulbar optimis bisa mencapai target eliminasi TBC lebih cepat demi mewujudkan daerah yang maju dan sejahtera," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....