Inflasi Sulbar Juni 2026 sangat Kondusif san Terkendali
- 01 Jul 2026 14:25 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Barat menilai kondisi inflasi di daerah ini masih berada dalam kondisi yang sangat terkendali. Meski pada Juni 2026 terjadi inflasi secara bulanan (month-to-month/m-to-m) sebesar 0,48 persen, laju kenaikan harga dinilai masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional.
Kepala BPS Sulawesi Barat, Suri Handayani, mengatakan secara umum perkembangan inflasi di Sulawesi Barat menunjukkan kondisi yang kondusif, baik dari sisi pergerakan harga maupun stabilitas pasokan.
"Baik, sangat kondusif, baik secara month to month maupun secara tahunan, itu sangat terkendali. Kan kalau kita tahu kemarin nasional itu punya pattern 2,5 plus minus 1 secara tahunan, jadi sangat baik sekali posisinya, kondusif," ujar Suri Handayani, saat diwawancara usai menggelar Berita Resmi Statistik di Aula Kantornya, Rabu, 1 Juli 2026.
Berdasarkan data BPS, tingkat inflasi month-to-month Provinsi Sulawesi Barat pada Juni 2026 tercatat 0,48 persen, sedangkan inflasi year-to-date (y-to-d) mencapai 1,93 persen.
Kenaikan harga pada Juni terutama dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan dengan andil sebesar 0,22 persen.
Sejumlah komoditas pangan tercatat memberikan kontribusi terbesar terhadap inflasi, yakni bawang merah dengan andil 0,16 persen, disusul ikan layang sebesar 0,12 persen, cabai merah sebesar 0,10 persen, cabai rawit sebesar 0,05 persen, serta ikan bandeng sebesar 0,02 persen.
Di sisi lain, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga sehingga menahan laju inflasi. Komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap deflasi bulanan adalah tomat sebesar 0,19 persen, diikuti cumi-cumi sebesar 0,06 persen, pisang sebesar 0,05 persen, minyak kelapa sebesar 0,03 persen, dan telur ayam ras sebesar 0,02 persen.
Menurut Suri, dinamika harga berbagai komoditas tersebut masih berada dalam batas yang wajar dan mencerminkan mekanisme pasar yang relatif stabil. Dengan inflasi tahunan Sulawesi Barat yang tetap berada dalam kisaran sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 persen ±1 persen, kondisi perekonomian daerah dinilai tetap terjaga.
BPS berharap stabilitas harga dapat terus dipertahankan melalui sinergi pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, terutama dalam menjaga ketersediaan pasokan serta kelancaran distribusi komoditas pangan yang menjadi penyumbang utama inflasi di Sulawesi Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....