Jawab Kritik Publik, BPS Sulbar Beberkan Data Pengangguran Sulbar Turun
- 03 Jun 2026 08:17 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju – Badan Pusat Statistik Sulawesi Barat membantah keraguan soal penurunan pengangguran. BPS menyebut Sulbar dinobatkan daerah terbaik se-Sulawesi dalam kategori Penurunan Tingkat Pengangguran pada Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi.
Penghargaan diserahkan ke Gubernur Suhardi Duka di Hotel Claro Kendari, Jumat 29 Mei 2026. Pemprov Sulbar juga menerima insentif fiskal Rp3 miliar.
Kepala BPS Sulbar Suri Handayani menjelaskan, penilaian didasarkan pada data ketenagakerjaan Februari 2026. Salah satu faktor penurunannya adalah program padat karya yang membuka kerja bagi kelompok terdampak, seperti nelayan saat cuaca ekstrem.
“Indikator pengangguran tidak hanya dari pekerja formal. Pekerja bebas, pelaku usaha mandiri, hingga UMKM tanpa pekerja tetap juga termasuk bekerja di sektor nonformal,” ujar Suri, Selasa 2 Juni 2026.
BPS mencatat struktur kerja Sulbar masih didominasi sektor informal. Tapi kontribusinya tetap dihitung dalam metodologi ketenagakerjaan nasional.
Data BPS Februari 2026 vs Februari 2025:
1. Penduduk bekerja : 801,23 ribu orang, naik 36,61 ribu orang
2. Pengangguran : 24,20 ribu orang, TPT turun jadi 2,93% dari 3,17%
3. Angkatan kerja :825,43 ribu orang dari 1,12 juta penduduk usia kerja
4. TPAK : Naik jadi 73,75% dari 71,81%. Laki-laki 86,29%, perempuan 60,87%
5. Pekerja formal : 226,20 ribu orang atau 28,23%, naik dari 215,40 ribu orang
6. Pekerja penuh ≥35 jam/minggu : 411,31 ribu orang atau 51,34%
Suri menambahkan sektor pertanian masih penyerap tenaga kerja terbesar. Disusul perdagangan dan industri pengolahan.
“Secara keseluruhan, data menunjukkan perbaikan: jumlah bekerja naik, pengangguran turun, pekerja formal dan pekerja penuh meningkat,” tutup Suri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....