Kesbangpol Sulbar Tangani Anak-Anak Terpapar Paham Radikalisme
- 01 Jun 2026 14:14 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Sulawesi Barat tengah melakukan program penanganan khusus terhadap anak-anak yang terpapar paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme atau IRET.
Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Sulbar, Rakhmat, mengungkapkan program handling dilakukan setelah Densus 88 mengungkap beberapa kasus. Penanganan melibatkan kolaborasi dengan berbagai stakeholder terkait untuk memutus mata rantai penyebaran paham berbahaya tersebut.
"Di Sulbar ada juga dan sementara kita melakukan handling di anak-anak yang terpapar itu. Jadi kita khawatirkan akan lebih banyak lagi sasaran-sasaran bagi anak generasi muda kita," ungkap Rakhmat di RRI Mamuju, Senin, 1 Juni 2026.
Program penanganan ini menjadi respons cepat pemerintah daerah menghadapi ancaman radikalisasi yang menargetkan generasi muda melalui media digital. Kesbangpol bekerja sama dengan instansi keamanan, pendidikan, dan tokoh masyarakat dalam proses deradikalisasi.
"Sehingga melalui momentum Hari Lahir Pancasila ini, kami mengajak kepada seluruh orang tua untuk tetap memberikan pengawasan terhadap anak kita dalam berinteraksi di media sosial," tambah Rakhmat menekankan peran orang tua.
Kesbangpol mengkhawatirkan akan ada lebih banyak anak yang menjadi sasaran rekrutmen radikalisme melalui pola digital seperti game online dan grup WhatsApp. Program handling mencakup pendampingan psikologis, penguatan ideologi Pancasila, dan reintegrasi sosial bagi anak-anak yang terpapar.
Momentum Hari Lahir Pancasila dijadikan pengingat pentingnya kolaborasi semua pihak dalam melindungi generasi muda dari ancaman paham radikal yang bertentangan dengan ideologi negara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....