Literasi Digital Rendah, Masyarakat Sulbar Rentan Hoaks dan Provokasi

  • 01 Jun 2026 13:55 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Sulawesi Barat mengungkap masalah rendahnya literasi digital masyarakat yang menjadi celah penyebaran hoaks dan konten provokatif di era digital.

Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Sulbar, Rakhmat, menyatakan arus informasi yang sangat cepat tidak diimbangi kemampuan masyarakat memilah informasi. Kondisi ini berpotensi memecah belah persatuan dan mengganggu stabilitas daerah.

"Arus informasi yang begitu cepat tidak diimbangi dengan kemampuan literasi digital. Sehingga kami berharap para warga Sulawesi Barat harus betul-betul mengimbangi arus informasi dengan literasi digital," ungkap Rakhmat di RRI Mamuju, Senin, 1 Juni 2026.

Kesbangpol mengidentifikasi tantangan utama berupa penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi yang dapat memecah persatuan melalui media sosial. Ketidakmampuan memverifikasi informasi membuat masyarakat mudah terprovokasi dan menyebarkan konten tanpa mengecek kebenarannya terlebih dahulu.

"Apa yang anda lihat, apa yang anda dengar belum tentu itu sebenarnya. Apabila kita mendapatkan informasi melalui media sosial, kita harus mengecek kebenarannya," tegas Rakhmat mengingatkan pentingnya verifikasi informasi.

Kesbangpol mengimbau masyarakat untuk tidak langsung membagikan informasi yang diterima sebelum memastikan kebenarannya dari sumber terpercaya. Kemampuan berpikir kritis dan verifikasi fakta menjadi kunci mencegah penyebaran informasi menyesatkan.

Momentum Hari Lahir Pancasila dijadikan kesempatan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya literasi digital sebagai benteng menjaga persatuan di tengah derasnya arus informasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....