Kondisi Geografis dan Akses Kesehatan Jadi Tantangan Penemuan TBC di Mamasa
- 15 Mei 2026 05:13 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju- Kondisi geografis dan masih sulitnya akses layanan kesehatan di Kabupaten Mamasa menjadi tantangan dalam penemuan kasus tuberkulosis (TBC) di wilayah tersebut.
Pengelola Program TB Dinkes P2KB Sulawesi Barat, Harsalim, mengatakan Kabupaten Mamasa menjadi daerah dengan angka penemuan kasus TBC terendah di Sulawesi Barat dengan jumlah temuan sebanyak 47 kasus.
"Di enam kabupaten di Sulbar ini, kalau kita lihat secara angka memang yang terendah adalah Kabupaten Mamasa dengan temuan sebanyak 47 kasus," ujarnya saat ditemui RRI Mamuju, Rabu, 13 Mei 2026.
Ia menjelaskan, rendahnya angka penemuan kasus tersebut dipengaruhi oleh kondisi geografis Kabupaten Mamasa yang berada di wilayah dataran tinggi dengan tingkat kepadatan penduduk yang rendah, serta masih terbatasnya akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.
"Seperti yang kami evaluasi sebelumnya bahwasannya, selain kondisi geografis, kemudian tingkat kepadatan penduduk yang rendah, kemudian tentunya juga diikuti oleh akses masyarakat ke layanan kesehatan juga masih sulit," jelasnya.
Selain itu, terdapat fenomena tingginya angka masyarakat Mamasa yang mencari layanan kesehatan di kabupaten lain sehingga turut memengaruhi rendahnya catatan temuan kasus TBC di daerah tersebut. Berdasarkan temuan tahun lalu, hampir 20 persen masyarakat Mamasa tercatat melakukan pengobatan di luar daerah.
"Terdapat fenomena lain juga di Kabupaten Mamasa yang kami pelajari di tahun lalu, yakni tingginya angka migrasi pencarian layanan kesehatan masyarakat ke Kabupaten lain. Kami hitung tahun lalu sekitar hampir 20 persen masyarakat yang berdomisili di Mamasa itu tercatat melakukan inisiasi pengobatan di Kabupaten lain. Itu juga mempengaruhi angka ini," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....