Minat Baca Sulbar Rendah, Dinas Perpustakaan Akui Masalah Kronis

  • 13 Mei 2026 23:14 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Tingkat kegemaran membaca masyarakat Sulawesi Barat tercatat sebagai salah satu yang terendah di Indonesia, membuat provinsi ini masuk kategori sangat rendah dalam survei nasional.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Sulawesi Barat, Mustari Mula, dalam dialog Indonesia Cerdas RRI Mamuju, Rabu, 13 Mei 2026, menyebut persoalan rendahnya minat baca sebagai masalah kronis yang tidak berdiri sendiri.

“Masalahnya memang sudah kronis, karena di lingkungan kita budaya literasi itu sudah mulai berkurang, tidak menjadi tren,” ujar Mustari.

Menurutnya, data Badan Pusat Statistik yang dirilis 2026 menunjukkan Sulawesi Barat memperoleh skor tingkat kegemaran membaca 48,63, terendah secara nasional dan masuk kategori sangat rendah.

“Tingkat kegemaran membaca masyarakat Sulawesi Barat itu sangat rendah, kategori sangat rendah dibanding provinsi lain,” kata Mustari menegaskan dalam siaran yang sama.

Ia menjelaskan, dominasi gawai dan media sosial membuat hampir separuh waktu anak dihabiskan di dunia digital, sehingga kemampuan konsentrasi untuk membaca buku menurun tajam.

Selain itu, berkurangnya budaya literasi di keluarga, akses hiburan yang jauh lebih mudah, metode pembelajaran yang kurang menarik, dan konten bacaan yang tidak relevan turut memperparah keadaan.

Mustari menegaskan, keluar dari posisi terendah memerlukan kerja bersama pemerintah, sekolah, komunitas, dan keluarga, sebab dinas perpustakaan tidak mungkin bekerja sendiri mengubah budaya membaca masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....