Kontraksi Ekonomi Sulbar Triwulan I 2026 karena Sawit dan Perikanan

  • 08 Mei 2026 12:34 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Barat, Eka Putra Budi Nugroho, menjelaskan bahwa kontraksi ekonomi Sulbar pada triwulan I 2026 dibanding triwulan IV 2025 merupakan bagian dari siklus musiman. Hal ini disebabkan karena ekonomi Sulbar masih sangat bergantung pada sektor perikanan dan perkebunan pertanian.

Hal tersebut disampaikan dalam wawancaranya pada acara Sipakada media yakni sinergi dan Kolaborasi dengan media dalam rangka diseminasi perekonomian terkini di salah satu café Mamuju, Jumat 8 Mei 2026.

Menurut Eka, Siklus pada triwulan I Perkebunan sawit sedang mengalami replanting atau peremajaan, sehingga berdampak pada produktivitas. Sedangkan disektor perikanan, ombak pada Januari-Februari relatif tinggi sehingga tangkapan nelayan terbilang sedikit.

"Sesuai siklusnya pada triwulan I, perkebunan sawit sedang mengalami replanting atau peremajaan dan di sektor perikanan, ombak pada Januari-Februari relatif tinggi, bahkan mencapai 5 meter, sehingga tangkapan ikan juga sedikit," ujar Eka.

Berdasarkan rilis BPS, pertumbuhan ekonomi Sulbar triwulan I 2026 tercatat 5,33 persen. Meskipun lebih rendah dari triwulan IV 2025, angka ini sebenarnya lebih baik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sekitar 4 persen.

Eka menekankan bahwa perlambatan sementara ini tidak perlu dikhawatirkan karena sudah sesuai pola tahunan.

"Ini merupakan siklus. Harapannya pada periode-periode ke depan akan mulai terjadi normalisasi, pungkasnya.

Dengan membaiknya cuaca dan selesainya masa peremajaan sawit, ekonomi Sulbar diprediksi akan kembali meningkat pada triwulan berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....