Puluhan Ribu ATS di Sulbar, Faktor Kemauan hingga Pekerja Anak Mendominasi
- 22 Apr 2026 13:07 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat mencatat angka anak tidak sekolah masih tergolong tinggi. Faktor kemauan hingga pekerja anak mendominasi.
Berdasarkan data Dasbor Anak Tidak Sekolah (ATS) Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), jumlahnya mencapai sekitar 35 ribu anak yang tersebar di seluruh jenjang pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Nehru Sagena, mengatakan pihaknya telah melakukan rekonfirmasi data di enam kabupaten yang mencakup sekitar 143 desa.
Ia menjelaskan, dari hasil verifikasi tersebut, ditemukan sejumlah faktor utama penyebab anak tidak melanjutkan pendidikan.
“Dari sekitar 1.800 anak yang berhasil direkonfirmasi, sebanyak 550 anak ditargetkan dapat kembali bersekolah pada 2 Mei mendatang,” jelasnya saat menjadi narasumber di Dialog Interaktif RRI Mamuju, Rabu, 22 April 2026.
Namun demikian, lanjutnya, hasil pendataan menunjukkan masih banyak kendala yang dihadapi. Sebanyak 283 anak menyatakan tidak memiliki keinginan untuk bersekolah.
Selain itu, faktor ekonomi juga menjadi penyebab dengan jumlah 149 anak yang terkendala biaya pendidikan.
Faktor lingkungan turut mempengaruhi, dengan 65 anak tidak bersekolah karena kondisi sekitar yang kurang mendukung.
“Sementara itu, fenomena pekerja anak di usia sekolah juga harus menjadi perhatian serius, dengan jumlah mencapai 258 anak yang memilih bekerja dibandingkan melanjutkan pendidikan,” tegasnya.
Menurut Nehru Sagena, kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan anak tidak sekolah di Sulawesi Barat tidak hanya dipengaruhi faktor ekonomi, tetapi juga terkait pola pikir, lingkungan sosial, serta tingginya angka anak yang terlibat dalam aktivitas kerja.
Pemerintah daerah, kata dia, terus berupaya mendorong anak-anak tersebut kembali ke bangku pendidikan melalui berbagai program intervensi, termasuk pendekatan langsung ke masyarakat dan keluarga.
Upaya ini diharapkan mampu menekan angka anak tidak sekolah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....