Inflasi Sulbar 0,08 Persen, Harga Bapok Dinilai Terkendali saat Ramadan dan Lebaran

  • 01 Apr 2026 13:53 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat mencatat inflasi daerah secara month to month (m-to-m) periode Ramadan hingga Lebaran atau bulan Maret diangka 0,08 persen yang dinilai sangat kondusif dibandingkan tren tahun-tahun sebelumnya.

Kepala BPS Sulawesi Barat, Suri Handayani, mengungkapkan bahwa stabilitas inflasi tersebut menjadi kabar baik, terutama karena komoditas penyumbang inflasi utama seperti kelompok barito (bawang, rica/cabai, dan tomat) mampu terkendali.

“Secara month to month inflasi di Sulawesi Barat itu 0,08 persen. Ini sangat kondusif sekali, apalagi kalau kita lihat detil komoditinya,” ujar Suri Handayani, saat diwawancara usai pihaknya menggelar Konferensi Pers Berita Resmi Statistik (BRS) di Aula Kantornya, Rabu 1 April 2026.

Ia menjelaskan, selama periode Ramadan hingga Lebaran, komoditas barito selama ini kerap menjadi penyumbang inflasi tinggi, bahkan bisa mencapai angka dua digit hingga tiga digit. Namun pada tahun ini, kondisi tersebut tidak terjadi.

“Ada catatan, selama bulan Ramadan hingga Lebaran biasanya komoditas barito itu menjadi sumber inflasi, bahkan bisa double digit hingga triple digit. Tapi kali ini inflasinya hanya 0,08 persen. Ini tentu menjadi kesyukuran kita semua,” jelasnya.

Menurutnya, stabilitas harga tersebut berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Warga tetap dapat menikmati kebutuhan pangan sehari-hari, termasuk konsumsi sambal yang menjadi bagian dari kebiasaan makan masyarakat, tanpa tekanan kenaikan harga yang signifikan.

“Artinya dengan harga yang terkendali, masyarakat bisa menikmati hidangan sesuai selera tanpa ada gejolak harga. Ini patut kita syukuri dan harus kita jaga bersama,” tambahnya.

BPS berharap kondisi inflasi yang rendah dan stabil ini dapat terus dipertahankan ke depan. Dengan demikian, masyarakat Sulawesi Barat dapat mengakses kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau dan kondisi ekonomi daerah tetap kondusif.

“Kita berdoa agar ke depan Sulawesi Barat semakin kondusif, harga terkendali, dan masyarakat dapat memperoleh komoditas makanan sehari-hari dengan harga terjangkau,” tutup Suri Handayani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....