Hadapi Musim Kemarau, Inj himbauan BMKG Penting bagi Petani Sulbar
- 30 Mar 2026 17:36 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - BMKG Mamuju mengeluarkan imbauan kepada petani dan nelayan Sulawesi Barat untuk bersiap menghadapi musim kemarau 2026 yang diprediksi mencapai puncaknya pada Agustus mendatang.
Imbauan ini disampaikan Prakirawan Meteorologi Pertama BMKG Mamuju, Anggie Prabowo, pada Senin, 30 Maret 2026, menyusul hasil prakiraan musim kemarau yang menunjukkan kondisi curah hujan jauh di bawah normal.
"Untuk para petani bisa lebih bijak lagi untuk mengatur atau menangani ketersediaan air, dengan cara melakukan penyimpanan air serta memilih varietas tanaman yang jangka waktu tanamnya pendek," ujar Anggie.
Pilihan varietas tanaman berumur pendek dinilai penting karena hampir 85 persen wilayah Sulbar diprediksi mengalami curah hujan di bawah rata-rata klimatologis 30 tahun.
Musim kemarau diperkirakan masuk secara umum pada dasarian ketiga Juni hingga dasarian pertama Juli, dengan sebagian Majene dan Polewali Mandar telah lebih dulu memasuki kemarau sejak Februari lalu.
"Untuk nelayan yang ingin pergi ke laut juga bisa tetap memantau informasi tinggi gelombang dan arus laut dari kami," tambah Anggie, mengingatkan pentingnya akses informasi maritim sebelum melaut.
Selain sektor pertanian dan perikanan, BMKG juga mendorong seluruh masyarakat Sulbar rutin memantau prakiraan cuaca resmi guna mengantisipasi dampak kemarau lebih dini.
BMKG memastikan informasi prakiraan cuaca, gelombang laut, dan kondisi iklim dapat diakses secara gratis melalui kanal resmi BMKG yang tersedia daring maupun aplikasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....