Populasi Ikan Terbang Mandar Terus Menyusut

  • 27 Feb 2026 10:24 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Populasi ikan terbang atau tuing‑tuing di perairan Sulawesi Barat dilaporkan menurun signifikan akibat penangkapan berlebih, termasuk eksploitasi telurnya.

Kepala UPA Laboratorium Terpadu sekaligus Dosen Program Studi Sumber Daya Akuatik Universitas Sulawesi Barat, Dr. Muhammad Nur, menjelaskan wilayah ini masuk Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 713 meliputi Selat Makassar dan 10 wilayah lainnya. Di kawasan pengelolaan perikanan tersebut, beberapa spesies, termasuk ikan terbang, kini sudah masuk kategori overfishing dan mulai sulit ditangkap nelayan.

“Memang di dalam WPP 713 itu ada beberapa spesies ikan yang kategori sudah overfishing, sebagai contoh tadi ikan terbang,” ujar Dr. Muhammad Nur.

Menurutnya, eksploitasi terjadi tidak hanya pada ikan dewasa, tetapi juga pada telur yang diambil saat musim pemijahan berlangsung. Berdasarkan hasil riset, ikan terbang memijah mulai Maret hingga Juli–Agustus dengan puncak musim pada bulan Mei, namun justru pada periode ini aktivitas penangkapan meningkat.

“Sehingga memang perlu ada upaya‑upaya pengelolaan terkait spesies ekonomis penting ini, misalnya penutupan pada saat musim pemijahan,” jelasnya.

Dr. Muhammad Nur menilai, tanpa pembatasan penangkapan di masa pemijahan, stok ikan terbang akan terus menurun dan mengancam mata pencaharian nelayan Mandar. Ia menekankan pentingnya pengaturan ukuran mata jaring serta pemberian kesempatan ikan dewasa untuk bertelur sebelum ditangkap, agar siklus hidup tetap berlanjut.

Ia juga mendorong pemerintah daerah memperkuat pengawasan dan sosialisasi aturan kepada nelayan di sepanjang pesisir Sulawesi Barat. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, diharapkan ikan terbang tetap menjadi komoditas andalan sekaligus identitas kuliner dan ekonomi masyarakat pesisir Mandar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....