Akses Publik Disabilitas di Sulbar Masih Minim
- 14 Feb 2026 15:29 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Keterbatasan akses fasilitas publik bagi penyandang disabilitas di Sulawesi Barat disorot dalam Dialog Ruang Disabilitas dan Inklusi RRI Mamuju, Sabtu, 14 Februari 2026.
Guru Keterampilan Tata Busana SLBN Mapili, Nailah Muslim, menilai akses bagi pengguna kursi roda dan tunanetra di layanan publik masih jauh dari layak.
“Intinya, akses di tempat umum seperti akses untuk yang tunanetra, kemudian akses untuk yang tunadaksa yang memakai kursi roda itu juga perlu ditingkatkan di tempat-tempat layanan publik khususnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, masih banyak kantor layanan publik, fasilitas pendidikan, hingga ruang terbuka di Sulbar yang belum menyediakan jalur landai, guiding block, maupun penunjuk visual dan audio yang memadai.
“Kalau ditanya masalah pelatihan mungkin bisa lebih intensitasnya ditambah lagi, kemudian akses di tempat umum seperti akses untuk yang tunanetra… dan yang memakai kursi roda itu juga perlu ditingkatkan,” tambah Nailah.
Menurutnya, tanpa infrastruktur inklusif, berbagai kebijakan dan program terkait pendidikan inklusif dan pemberdayaan disabilitas di Sulbar tidak akan optimal dirasakan penyandang disabilitas.
Dialog bertema “Ruang Kelas dan Cerita Inspiratif Guru tentang Pendidikan Inklusif” itu menghadirkan pengalaman langsung guru SLB untuk menggambarkan dampak nyata keterbatasan akses terhadap mobilitas dan kemandirian difabel.
RRI Mamuju melalui program Ruang Disabilitas dan Inklusi berkomitmen melanjutkan dialog rutin sebagai upaya mendorong pemerintah dan masyarakat mempercepat pemenuhan akses publik ramah disabilitas di Sulawesi Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....