UHC Sulbar 100 Persen, Stunting Masih Jadi Tantangan

  • 11 Feb 2026 22:32 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju- Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat memaparkan capaian indikator kesehatan tahun 2025 yang menunjukkan tren positif. Cakupan Universal Health Coverage (UHC) telah mencapai 100 persen. Namun di sisi lain, angka prevalensi stunting masih tercatat sebesar 26,8 persen dan belum memenuhi target sebesar 22 persen.

Paparan tersebut disampaikan Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Barat di Ruang Komisi IV DPRD Sulbar, Rabu, 11 Februari 2026.

Ia menjelaskan, capaian UHC di Sulawesi Barat telah mencapai 100 persen. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh masyarakat Sulawesi Barat telah memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan.

"Secara umum, capaian indikator kesehatan Sulawesi Barat tahun 2025 menunjukkan tren positif. Cakupan Universal Health Coverage (UHC) telah mencapai 100 persen, serta pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) terus menunjukkan kemajuan," ujarnya.

Meski demikian, dr. Nursyamsi mengungkapkan bahwa masih terdapat sejumlah tantangan, salah satunya adalah angka prevalensi stunting yang masih berada di angka 26,8 persen atau di atas target 22 persen. Kondisi ini menandakan perlunya penguatan intervensi gizi, peningkatan kesehatan ibu, serta penanganan keluarga berisiko secara lebih intensif.

Pada sektor kesehatan ibu dan anak, angka kematian ibu (AKI) tahun 2025 tercatat sebanyak 36 kasus atau mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun masih terdapat ketimpangan antarwilayah, dengan kasus tertinggi berada di Kabupaten Polewali Mandar dan Majene.

Sementara itu, angka kematian bayi (AKB) meningkat menjadi 326 kasus, yang didominasi oleh gangguan pernapasan, berat badan lahir rendah, dan komplikasi neonatal. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan kualitas pelayanan kehamilan, persalinan, serta perawatan bayi baru lahir.

Mengakhiri paparannya, dr. Nursyamsi Rahim menegaskan komitmen DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat untuk terus memperkuat pembangunan kesehatan melalui peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, percepatan penurunan stunting berbasis keluarga berisiko, serta peningkatan cakupan layanan kesehatan dasar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....