Guru Sarankan Sejarah Lokal Masuk Sulbar Mandarras

  • 30 Jan 2026 12:13 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju – Guru Sejarah SMA Negri 1 Polewali sekaligus peneliti dari Polewali Mandar, Herlina, mengusulkan agar sejarah lokal Sulawesi Barat dimasukkan ke dalam kurikulum muatan lokal atau program Sulbar Mandarras di tingkat SMP dan SMA se-provinsi.

Hal itu ia sampaikan Herlina dalam program Halo Sulbar RRI Mamuju pada Jumat, 30 Januari 2026 tentang pentingnya mengangkat sejarah lokal di Sekolah.

"Kalau bukan kita orang Sulawesi Barat yang mengangkat, menggaungkan peristiwa ini, lalu siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Jangan sampai ini justru hilang termakan oleh waktu," ujar Herlina, penulis buku Peristiwa Galung Lombok 1947 dan Semangat Kebangsaan di Tanah Mandar.

Herlina menyoroti minimnya materi sejarah lokal dalam buku pelajaran nasional, khususnya tentang Peristiwa Galung Lombok 1947, pembantaian massal oleh pasukan Belanda yang menewaskan ratusan warga sipil Mandar. Tragedi ini terjadi sebagai bagian dari Agresi Militer Belanda pasca-proklamasi kemerdekaan.

"Siswa kita lebih mengenal Perang Surabaya, Ambarawa, atau Bandung Lautan Api, padahal Sulawesi Barat juga punya andil besar dalam mempertahankan kemerdekaan. Tapi karena tidak masuk kurikulum, generasi muda tidak tahu bahwa kita bukan hanya penikmat kemerdekaan, tapi juga yang memperjuangkannya," jelasnya.

Sebagai pendidik di salah satu sekolah di Polewali Mandar, Herlina telah memasukkan materi Peristiwa Galung Lombok dalam pembelajaran dengan membawa siswa langsung ke lokasi monumen. Menurutnya, pembelajaran berbasis kunjungan lapangan memberikan kesadaran sejarah yang lebih mendalam dibanding hanya bercerita di kelas.

Herlina juga menyampaikan bahwa tanpa rujukan resmi dalam kurikulum lokal, generasi muda Sulawesi Barat kehilangan kesempatan memahami cerita heroik daerah mereka sendiri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

"Kami berharap besar buku ini bisa menjadi rujukan program Mandarras yang ada di Sulawesi Barat, sebagaimana program Gubernur untuk menjadikannya bahan bacaan di sekolah tingkat SMP maupun SMA," pesannya.

Reporter : Muh. Ilham

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....