Konsumsi Telur Penyu Jadi Tantangan Upaya Konservasi Sulbar
- 30 Jan 2026 10:44 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju- Konsumsi telur penyu masih menjadi tantangan serius dalam upaya konservasi penyu di Sulawesi Barat. Di sisi lain, wilayah pesisir Sulawesi Barat merupakan salah satu kawasan penting sebagai lokasi penyu bertelur atau nesting ground.
Hal ini diungkapkan oleh Founder Komunitas Laut Biru, Putra Ardiansyah, dalam dialog interaktif Ngobrol Bareng Komunitas (Ngobras) RRI Mamuju, Kamis 29 Januari 2026.
Menurutnya, penyu merupakan satwa purba yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut dan saat ini berada dalam kondisi terancam akibat perburuan liar.
"Pantai-pantai kita di Sulawesi, termasuk Sulawesi Barat, menjadi lokasi penyu bertelur. Konservasi ini penting karena penyu adalah salah satu hewan purba yang harus dilindungi dan memiliki fungsi nyata dalam sistem ekologi laut, namun keberlangsungan hidupnya sangat terancam," ujarnya.
Dirinya menjelaskan, tingkat keberhasilan hidup penyu secara alami tergolong sangat rendah. Dari ribuan telur yang menetas, hanya sebagian kecil yang mampu bertahan hingga dewasa. Kondisi ini semakin diperparah dengan masih maraknya konsumsi telur penyu oleh masyarakat.
"Di Sulawesi Barat ini masih banyak masyarakat yang mengonsumsi telur penyu, padahal tingkat keberhasilan hidup penyu hanya sekitar 0,1 persen. Dari seribu ekor yang menetas, hanya satu yang berpotensi menjadi penyu dewasa. Itu pun dalam kondisi alami, belum lagi kalau telurnya diambil untuk dikonsumsi," jelasnya.
Putra Ardiansyah berharap, melalui edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat, praktik perburuan dan konsumsi telur penyu dapat diminimalkan demi menjaga kelestarian penyu di Sulawesi Barat.
Reporter: Ahyan Irsyada
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....