Tidak Kalah dari Buah Impor, Seperti ini Buah Langka di Indonesia
- 30 Sep 2026 21:09 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Kamu cuma tau durian, mangga, sama apel? Rugi banget. Indonesia itu surganya buah aneh-aneh yang bahkan orang Indonesia sendiri belum pernah lihat.
Ini enam jagoan yang ada di video tadi, semuanya punya cerita dan kesombongan masing-masing.
1. LAHUNG - Saudara Durian Yang Merah Membara
"Aku lahung, saudara durian yang hampir punah. Warnaku merah mencolok., rasa daging buahku lebih manis dari durian biasa. Sini main ke Kalimantan, aku tunggu."
Kalau durian Musang King itu raja yang kaya, Lahung ini pangeran hutan yang tersembunyi. Dia cuma tumbuh di pedalaman Kalimantan.
Bentuknya sama kayak durian, tapi kulitnya merah darah menyala, mencolok banget di tengah hutan yang gelap. Begitu dibelah, dagingnya bukan kuning, tapi oranye pekat kekuningan.
Rasanya? Menurut warga Dayak, lebih manis, lebih legit, dan lebih creamy daripada durian biasa, tanpa bau menyengat yang bikin orang pingsan.
Sayangnya karena hutan Kalimantan makin gundul dan jarang dibudidayakan, dia masuk daftar hampir punah.
Kalau lu mau ketemu dia, lu harus beneran masuk ke hutan Kalimantan, bukan ke supermarket.
2. KEPEL - Parfum Alami Para Putri Keraton
"Aku bukan buah sembarangan, tumbuhku pun langsung di batang pohon, dulu putri keraton menyimpanku sebagai rahasia kecantikan mereka, aromaku bikin badan wangi alami, panggil aku Kepel."
Ini buah paling elegan. Kepel tidak tumbuh di ranting, dia tumbuh langsung nempel di batang pohon besar, bergerombol kayak koin-koin coklat.
Dulu di zaman Kerajaan Mataram, buah ini cuma boleh dimakan oleh putri-putri keraton. Kenapa? Karena efeknya bukan di lidah, tapi di badan.
Setelah makan kepel, keringat dan air kencing lu bakal wangi seperti bunga mawar. Jadi putri-putri dulu pakai ini sebagai parfum alami dari dalam.
Rasanya manis ada sedikit rasa kayak kelapa muda. Sekarang pohon kepel di Jogja sudah sangat langka, cuma ada beberapa di dalam Keraton Yogyakarta, buah sultan beneran.
3. KEMANG - Tukang Sihir Aroma Pasar
"Baru nongol aja seisi pasar sudah mabuk kepayang sama aromaku, rasa asam manisku bikin nagih, nggak usah dicari, aromaku yang bakal nemuin kamu duluan. Namaku Kemang."
Kalau Kepel wanginya lembut, Kemang itu brutal. Dia masih saudaraan sama mangga, bentuknya mirip tapi aromanya 10x lipat lebih kuat.
Di pasar tradisional Sumatera dan Kalimantan, kalau ada satu keranjang Kemang dibuka, satu pasar langsung tau. Semua orang bakal noleh karena wangi harumnya yang nyengat tapi segar.
Dagingnya berserat, rasanya asam manis yang sangat kuat, cocok banget buat sambal. Sambal Kemang adalah makanan legendaris orang Melayu.
Sayangnya orang sekarang lebih milih mangga golek yang manis biasa, jadi petani males nanem Kemang lagi.
4. MATOA - Buah Bingung Rasa
"Kalau kamu cicipi aku lidahmu bakal bingung, leci rambutan durian jadi satu vitamin C-ku tinggi, bikin daya tahan tubuh makin kuat tapi manisnya tetap juara. Panggil aku Matoa."
Matoa adalah buah asli Papua. Dari luar dia kayak kelengkeng versi besar, kulitnya keras berbintik coklat-merah.
Tapi pas digigit, otak lu bakal error. Katanya rasanya itu gabungan antara leci, rambutan, dan durian jadi satu. Manis, kenyal, ada aroma durian tipis-tipis di akhir.
Dan dia bukan buah kosong, Vitamin C nya tinggi banget, bagus buat daya tahan tubuh. Di Papua buah ini melimpah pas musimnya, tapi di Jawa harganya mahal karena ongkos kirim.
Buah yang bikin lidah lu bingung mau ngedefinisiin rasanya apa.
5. KEMAYAU - Buah Yang Harus Dihormati Prosesnya
"Namaku Kemayau dan asal tahu saja, aku tuh nggak bisa langsung dimakan kayak buah receh lainnya., rendam dulu di air panas baru rasanya kayak mentega. Hormati proses, Bro."
Ini buah paling sombong tapi punya alasan. Kemayau dari Kalimantan bentuknya kayak anggur hitam yang mengkilap, ungu kehitaman, tumbuh di pohon tinggi menjulang di atas hutan.
Kamu nggak bisa petik langsung makan kayak buah lain. Getahnya pahit dan beracun kalau mentah.
Harus direndam dulu di air panas atau air garam hangat selama beberapa jam. Setelah itu, teksturnya berubah jadi lembut berminyak kayak mentega, rasanya gurih asin.
Orang Dayak makan ini sama nasi panas, kayak pengganti mentega alami. Dia ngajarin kita: yang enak itu butuh proses, bro.
6. NAM-NAM / ENAM-ENAM - Si Benjol Efisien
"Lihat aku baik-baik. Badanku penuh benjolan dan aku tumbuh langsung nempel di batang, bukan di ranting kayak buah biasa., efisien banget kan? Rasaku asam manis nagih, namaku Nam-Nam."
Terakhir, si paling aneh secara visual. Nam-Nam bentuknya bulat gepeng penuh benjolan-benjolan, warnanya hijau kecoklatan.
Dia tumbuh langsung nempel di batang pohon, bukan di ranting. Jadi dari jauh pohonnya kayak kena tumor buah.
Rasanya asam manis yang sangat segar, bikin ngiler. Biasanya dimakan langsung atau di rujak. Di kampung-kampung Jawa dulu banyak, sekarang anak muda bahkan nggak tau namanya.
Padahal dia efisien banget, nggak butuh ranting buat berbuah.
Itu dia enam buah ajaib Indonesia. Mana yang paling pengen lu coba?
Kalau buah-buah ini punah, kita kehilangan bukan cuma rasa, tapi juga cerita dan sejarah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....