Mengenal Kue Cucur, Sajian Manis yang Tak Boleh Absen Saat Maulid di Mandar

  • 30 Agt 2026 12:37 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Setiap perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di tanah Mandar, Sulawesi Barat, selalu menghadirkan beragam sajian tradisional yang sarat akan cita rasa dan makna. Di antara aneka hidangan yang tersaji, kue cucur menjadi salah satu kudapan manis yang tak boleh dilewatkan.

Bentuknya sederhana, tetapi kehadirannya mampu mengingatkan kita pada kekayaan tradisi kuliner masyarakat Mandar yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Dengan tekstur yang khas—renyah dan sedikit garing di bagian pinggir, namun lembut serta legit di bagian tengah—kue cucur memiliki daya tarik tersendiri. Perpaduan tepung beras, gula merah, dan bahan sederhana lainnya menghasilkan rasa manis yang begitu familiar di lidah masyarakat.

Lebih dari sekadar kudapan, kue cucur kerap hadir sebagai bagian dari suasana kebersamaan dalam perayaan Maulid. Di tengah lantunan doa dan berkumpulnya keluarga serta masyarakat, sajian tradisional seperti kue cucur menjadi pengingat bahwa sebuah perayaan tidak hanya menyimpan nilai keagamaan, tetapi juga menjaga warisan budaya dan kuliner daerah.

Bahan-Bahan

  • 250 gram tepung beras
  • 250 gram gula merah (sisir halus)
  • Air secukupnya untuk di campurkan ke gula merah dan tepung beras
  • Minyak goreng secukupnya untuk menggoreng

Cara membuat

  1. Campurkan tepung. Masukkan tepung beras gula merah yang sudah disisir ke dalam wadah. Aduk hingga tercampur rata, setelah tercampur rata masukkan air secukupnya
  2. Uleni adonan. Aduk dan pukul-pukul adonan menggunakan tangan atau sendok kayu hingga tercampur rata dan teksturnya cukup kental. Diamkan sekitar 30–60 menit agar adonan lebih menyatu.
  3. Panaskan minyak. Gunakan wajan cekung dengan minyak secukupnya. Panaskan dengan api sedang. Jangan terlalu banyak minyak agar bagian tengah cucur dapat matang dengan baik.
  4. Goreng cucur. Tuangkan satu sendok sayur adonan ke tengah wajan. Biarkan adonan membentuk lingkaran dan bagian pinggirnya mulai mengembang.
  5. Matangkan bagian tengah. Siram-siram sedikit minyak panas ke bagian tengah kue menggunakan sendok. Goreng hingga bagian tengah matang dan permukaannya tidak lagi basah.
  6. Angkat dan tiriskan. Setelah matang, angkat kue cucur dan tiriskan. Lakukan hingga seluruh adonan habis.

Kue cucur bukan sekadar sajian manis dalam perayaan Maulid di Mandar, tetapi juga bagian dari tradisi dan warisan kuliner yang terus dijaga. Di balik rasa manis dan teksturnya yang khas, tersimpan nilai kebersamaan serta penghormatan terhadap budaya leluhur. Menikmati kue cucur berarti turut mengenal dan melestarikan kekayaan tradisi kuliner masyarakat Mandar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....