Dinkes Sulbar Tegaskan Antibiotik Wajib Resep Dokter
- 08 Sep 2026 09:09 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Barat menegaskan seluruh obat antibiotik tidak dapat diperjualbelikan bebas tanpa resep dokter. Aturan ini untuk mencegah risiko resistensi obat di masyarakat.
Hal itu disampaikan Ketua Tim Kerja Kefarmasian dan Alat Kesehatan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Barat, Yulianus Dupa Budi, menyampaikan hal ini dalam dialog interaktif "Mamuju Siang Ini" di RRI Pro 1 Mamuju.
Dialog yang mengangkat tema DAGUSIBU atau Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat itu digelar pada Senin, 7 September 2026.
Yulianus menjelaskan antibiotik termasuk golongan obat keras yang penggunaannya harus melalui diagnosis dan pengawasan tenaga medis. Ia mencontohkan amoksisilin dan ampisilin sebagai jenis antibiotik yang kini tidak lagi bebas dijual di toko obat maupun warung kelontong.
"Untuk obat-obat antibiotik itu tidak dapat dibeli tanpa dengan resep dokter, kenapa karena antibiotik itu adalah termasuk golongan obat keras, obat keras yang perlu diagnosa dokter," ujar Yulianus.
Ia menambahkan pengetatan aturan ini merupakan hasil koordinasi bersama Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) untuk menjaga efektivitas obat antibiotik dalam jangka panjang. Menurutnya, penjualan bebas antibiotik pada masa lalu memicu kekhawatiran serius di kalangan tenaga kesehatan.
"Seluruh obat-obat keras apalagi antibiotik itu tidak dapat diberikan atau tidak dapat diperjualbelikan tanpa dengan adanya resep dari dokter," kata Yulianus.
Ia mengingatkan penggunaan antibiotik yang tidak sesuai indikasi dapat menimbulkan resistensi, yakni menurunnya efektivitas obat tersebut untuk mengatasi infeksi di kemudian hari. Kondisi ini disebutnya berisiko merugikan pasien dalam jangka panjang.
Yulianus mengimbau masyarakat untuk selalu memperoleh obat, termasuk antibiotik, dari sarana kesehatan resmi seperti apotek, puskesmas, dan rumah sakit. Ia juga mengajak warga menerapkan prinsip DAGUSIBU dalam mengelola obat sehari-hari demi kesehatan keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....