Waspada Campak, Suspek Meningkat hingga 50 Persen di Sulbar
- 16 Apr 2026 12:55 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Sulbar mencatat peningkatan kasus suspek campak sebesar 40 hingga 50 persen pada periode minggu pertama hingga minggu ke-13 tahun 2026 dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Ketua Tim Kerja Surveilans, Imunisasi dan Haji Dinkes PPKB Sulbar, Muslimin saat dialog interaktif bersama RRI Mamuju, Kamis 16 April 2026, menjelaskan bahwa pemantauan dilakukan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR).
"Kalau ada kasus di masyarakat atau puskesmas segera diketahui baik peningkatan maupun penanganannya. Secara year on year, ada kenaikan sekitar 40-50 persen," ujarnya.
Namun, Muslimin menekankan bahwa angka tersebut masih bersifat suspek. Ia menambahkan untuk diagnosa pastinya membutuhkan pemeriksaan laboratorium.
Sementara itu Epidemolog Kesehatan Ahli Madya, Emilda Yulinda menambahkan bahwa peningkatan kasus campak juga terjadi di tingkat nasional. Menurutnya penyakit ini dinilai sangat menular, di mana satu kasus dapat menularkan hingga 18 orang di sekitarnya.
"Terus terang, penyakit ini sangat menular. Satu kasus bisa menularkan sekitar 18 orang di sekitarnya jika tidak cepat diantisipasi. Penyakit ini mudah menular terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap," jelasnya.
Emilda mengungkapkan bahwa untuk Sulawesi Barat, sampel suspek campak masih menunggu hasil laboratorium dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) yang ada di Surabaya.
"Kebetulan kita mengirim sampel campak ke laboratorium perujukan di Surabaya. Hasilnya masih kami tunggu," pungkasnya.
Dinkes PPKB Sulbar terus memantau dan merespons setiap temuan kasus di lapangan guna mencegah meluasnya penularan campak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....