Jangan Tunggu Haus! Ini Dampak Kurang Minum saat Musim Kemarau
- 08 Sep 2026 07:29 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Musim kemarau identik dengan cuaca yang lebih panas dan udara yang cenderung kering. Kondisi ini membuat tubuh lebih banyak kehilangan cairan melalui keringat, terutama ketika seseorang melakukan aktivitas di luar ruangan.
Jika asupan air tidak mencukupi, tubuh dapat mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi. Sayangnya, rasa haus terkadang baru muncul ketika tubuh sudah mulai kehilangan cukup banyak cairan.
Karena itu, menjaga asupan air tetap penting dilakukan selama musim kemarau.
Salah satu dampak paling umum dari kurang minum adalah dehidrasi. Kondisi ini dapat ditandai dengan rasa haus berlebihan, mulut dan bibir kering, urine berwarna lebih pekat, tubuh terasa lemas, serta sakit kepala.
Dehidrasi juga dapat membuat seseorang lebih mudah merasa lelah dan sulit berkonsentrasi sehingga aktivitas sehari-hari maupun pekerjaan dapat terganggu.
Pada kondisi yang lebih berat, kekurangan cairan dapat menyebabkan pusing, tekanan darah menurun, hingga gangguan kesadaran.
Kurang minum air juga dapat memengaruhi fungsi organ tubuh, terutama ginjal. Ginjal membutuhkan cairan yang cukup untuk membantu membuang zat sisa metabolisme melalui urine.
Ketika tubuh kekurangan air, urine menjadi lebih pekat dan frekuensi buang air kecil dapat berkurang. Jika kondisi tersebut berlangsung berulang dan tidak ditangani dengan baik, risiko terbentuknya batu ginjal maupun gangguan saluran kemih dapat meningkat.
Selain itu, kekurangan cairan saat cuaca panas dapat membuat tubuh lebih sulit mengatur suhu. Ketika seseorang banyak berkeringat tetapi tidak mengganti cairan yang hilang, tubuh dapat mengalami kelelahan akibat panas atau heat exhaustion.
| Baca juga: Minuman Manis: Dampak dan Resiko |
Gejalanya antara lain keringat berlebihan, lemas, pusing, mual, dan sakit kepala. Dalam kondisi yang lebih serius, paparan panas dan kehilangan cairan dapat berkembang menjadi heat stroke, yang merupakan keadaan darurat medis.
Oleh karena itu, mencukupi kebutuhan cairan merupakan salah satu langkah sederhana untuk menjaga kesehatan selama musim kemarau. Biasakan minum air secara teratur dan jangan hanya menunggu sampai merasa haus.
Bawa botol air ketika bepergian atau beraktivitas di luar rumah, serta perbanyak asupan cairan ketika cuaca sangat panas atau aktivitas menyebabkan banyak berkeringat.
Dengan menjaga tubuh tetap terhidrasi, kita dapat membantu mempertahankan energi, konsentrasi, dan fungsi tubuh agar tetap optimal selama musim kemarau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....