Mengenal Kolesterol Baik dan Kolesterol Jahat

  • 06 Agt 2026 08:12 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Kolesterol merupakan zat lemak yang secara alami diproduksi oleh hati dan juga diperoleh dari makanan yang dikonsumsi.

Meski sering dianggap sebagai penyebab berbagai penyakit, kolesterol sebenarnya memiliki peran penting bagi tubuh, seperti membantu pembentukan hormon, vitamin D, serta membran sel.

Namun, kadar kolesterol yang tidak seimbang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa bukan hanya jumlah kolesterol yang perlu diperhatikan, tetapi juga jenisnya, yaitu kolesterol baik atau High-Density Lipoprotein (HDL) dan kolesterol jahat atau Low-Density Lipoprotein (LDL).

HDL dikenal sebagai kolesterol baik karena berfungsi mengangkut kelebihan kolesterol dari pembuluh darah kembali ke hati untuk diolah dan dikeluarkan dari tubuh.

Dengan demikian, HDL membantu mencegah penumpukan plak pada dinding pembuluh darah yang dapat memicu aterosklerosis, yaitu penyempitan dan pengerasan arteri.

Sebaliknya, LDL disebut kolesterol jahat karena dapat membawa kolesterol ke jaringan tubuh. Jika kadarnya terlalu tinggi, kolesterol akan menumpuk di dinding pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, stroke dan gangguan pembuluh darah lainnya.

Berbagai penelitian dalam Jurnal Kardiologi Indonesia dan pedoman Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) menegaskan bahwa menjaga kadar LDL tetap rendah dan meningkatkan kadar HDL merupakan langkah penting dalam mencegah penyakit jantung.

Kadar kolesterol dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pola makan, aktivitas fisik, usia, faktor genetik, hingga kebiasaan merokok.

Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans, seperti gorengan, makanan cepat saji, serta produk olahan tertentu, dapat meningkatkan kadar LDL dalam darah.

Sebaliknya, pola makan yang kaya serat, buah, sayuran, kacang-kacangan, ikan berlemak yang mengandung omega-3, serta biji-bijian utuh dapat membantu menjaga keseimbangan kadar kolesterol.

Aktivitas fisik secara rutin juga terbukti mampu meningkatkan kadar HDL sekaligus menurunkan kadar LDL, sehingga berkontribusi terhadap kesehatan jantung.

Selain menerapkan pola hidup sehat, pemeriksaan profil lipid secara berkala menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi kadar kolesterol dalam tubuh.

Pemeriksaan ini umumnya meliputi kadar kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida. Seseorang sering kali tidak merasakan gejala meskipun kadar kolesterolnya tinggi, sehingga kondisi ini dikenal sebagai silent condition.

Oleh karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan sangat dianjurkan, terutama bagi individu yang memiliki faktor risiko seperti obesitas, diabetes, hipertensi, riwayat keluarga dengan penyakit jantung, atau kebiasaan merokok.

Memahami perbedaan antara kolesterol baik dan kolesterol jahat merupakan langkah awal dalam menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Menjaga pola makan bergizi seimbang, rutin berolahraga minimal 150 menit per minggu, menghindari rokok, membatasi konsumsi alkohol, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan upaya yang terbukti efektif dalam mengendalikan kadar kolesterol.

Dengan gaya hidup sehat yang konsisten, risiko penyakit kardiovaskular dapat ditekan sehingga kualitas hidup tetap terjaga hingga usia lanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....