Mitos atau Fakta? Makan Daging Kambing Bikin Hipertensi dan Kolesterol Naik
- 01 Jun 2026 11:15 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Pasca Hari Raya Iduladha, daging kambing sering menjadi salah satu menu favorit masyarakat.
Namun, di balik kelezatannya, masih banyak anggapan bahwa mengonsumsi daging kambing dapat menyebabkan tekanan darah naik hingga meningkatkan kadar kolesterol.
Anggapan tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Bobby Arfhan Anwar, SpJP(K), memberikan penjelasan mengenai hal tersebut melalui akun Instagramnya, @dr.bobbyjantung.
Menurut dr. Bobby, anggapan bahwa daging kambing secara langsung menyebabkan hipertensi maupun kolesterol tinggi merupakan sebuah mitos yang sudah lama beredar di masyarakat.
"Daging kambing justru termasuk salah satu jenis daging yang cukup sehat untuk dikonsumsi. Kandungan lemaknya relatif lebih rendah dibandingkan beberapa jenis daging merah lainnya, serta kaya akan protein, mineral, dan berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh," jelasnya.
Ia menambahkan, tidak sedikit orang yang merasa tekanan darahnya meningkat setelah mengonsumsi olahan daging kambing. Namun, menurutnya, penyebab utama kondisi tersebut sering kali bukan berasal dari daging kambing itu sendiri.
"Yang perlu diperhatikan adalah cara pengolahannya. Banyak masakan berbahan dasar daging kambing menggunakan garam, penyedap rasa, kecap, santan, dan berbagai bumbu dalam jumlah cukup tinggi. Kandungan natrium yang berlebihan inilah yang berpotensi menyebabkan tekanan darah meningkat," ungkap dr. Bobby, Senin 1 Juni 2026.
Dalam edukasinya, dr. Bobby juga membagikan beberapa tips agar konsumsi daging kambing tetap sehat. Mulai dari memilih bagian daging yang rendah lemak, membuang lemak berlebih sebelum dimasak, hingga menghindari teknik memasak yang menggunakan terlalu banyak minyak.
Metode memasak seperti merebus, mengukus, memanggang, atau menggunakan teknik slow cook dinilai lebih baik dibandingkan menggoreng. Selain itu, ia menyarankan agar daging kambing dipadukan dengan sayuran, buah-buahan dan sumber karbohidrat yang lebih sehat seperti nasi merah.
Tak kalah penting, penggunaan garam, penyedap rasa, mentega, margarin, maupun santan sebaiknya dibatasi agar manfaat gizi dari daging kambing tetap dapat diperoleh tanpa meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Pada akhirnya, dr. Bobby mengingatkan bahwa kunci utama menjaga kesehatan bukan hanya pada jenis makanan yang dikonsumsi, tetapi juga pada cara pengolahan dan jumlah yang dimakan.
"Yang terpenting adalah makan secukupnya dan tidak berlebihan," pesannya.
Dengan kata lain, daging kambing bukanlah "tersangka utama" penyebab hipertensi maupun kolesterol tinggi. Justru pola makan secara keseluruhan, termasuk penggunaan garam dan bumbu berlebih, menjadi faktor yang lebih berpengaruh terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Sumber : https://www.instagram.com/reel/DY0rppvTmt3/?igsh=dGl4djVyZnJ5d3Bm
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....