Burnout Bukan Capek Biasa

  • 17 Jul 2026 07:26 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Lembur, dikejar target, hingga harus selalu siap membalas pesan pekerjaan kapan saja sering dianggap sebagai bagian dari dunia kerja.

Namun, jika tekanan itu berlangsung terus-menerus tanpa waktu istirahat yang cukup, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh tubuh, tetapi juga kesehatan mental.

Hal ini juga dijelaskan dalam artikel kesehatan Halodoc. Menurutnya, beban kerja yang berlebihan dapat meningkatkan stres dan memicu kelelahan emosional atau burnout, yaitu kondisi kelelahan fisik, mental dan emosional akibat tekanan pekerjaan yang berkepanjangan.

Burnout biasanya tidak datang secara tiba-tiba. Awalnya seseorang hanya merasa cepat lelah, namun seiring waktu muncul rasa cemas yang berlebihan.

Pikiran dipenuhi kekhawatiran tentang pekerjaan, target yang belum selesai, atau takut melakukan kesalahan. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berkembang menjadi gangguan kecemasan.

Tekanan kerja yang tinggi juga sering mengganggu kualitas tidur. Meski tubuh sudah sangat lelah, otak tetap sulit berhenti memikirkan pekerjaan.

Akibatnya, waktu istirahat menjadi tidak berkualitas dan tubuh tidak memiliki kesempatan untuk memulihkan energi.

Selain itu, burnout dapat membuat suasana hati berubah drastis. Seseorang menjadi lebih mudah tersinggung, marah karena hal-hal kecil, bahkan menyalahkan diri sendiri ketika pekerjaan tidak berjalan sesuai harapan.

Kondisi ini dapat memengaruhi hubungan dengan rekan kerja maupun keluarga.

Yang tak kalah penting, beban kerja berlebihan juga bisa membuat seseorang kehilangan semangat menjalani aktivitas yang sebelumnya disukai.

Mereka mulai menarik diri dari lingkungan sosial, enggan bertemu teman, hingga memilih menghindari berbagai aktivitas di tempat kerja. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko depresi apabila tidak segera ditangani.

Sejalan dengan itu, World Health Organization (WHO) menyebut burnout sebagai fenomena yang berkaitan dengan pekerjaan akibat stres kronis di tempat kerja yang tidak berhasil dikelola.

Sementara American Psychological Association (APA) juga menegaskan bahwa stres kerja yang berlangsung lama dapat berdampak pada kesehatan mental, kualitas tidur hingga produktivitas seseorang.

Karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda burnout sejak dini. Menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, meluangkan waktu untuk beristirahat, tidur yang cukup, berolahraga, serta tidak ragu mencari bantuan psikolog jika keluhan terus berlanjut merupakan langkah yang dapat membantu menjaga kesehatan mental.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....