Perselingkuhan dan Risiko Serangan Jantung, Benarkah Ada Hubungannya?
- 15 Jul 2026 11:23 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Sebuah unggahan dari dokter spesialis jantung, dr. Bobby Arfhan Anwar, Sp.JP(K), menarik perhatian warganet. Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa perselingkuhan bukan hanya berdampak pada hubungan dan kesehatan mental, tetapi juga dapat meningkatkan risiko gangguan jantung.
Meski terdengar mengejutkan, penjelasan ini memiliki dasar ilmiah. Namun, penting dipahami bahwa bukan perselingkuhannya yang secara langsung menyebabkan serangan jantung, melainkan kondisi stres berkepanjangan yang sering menyertai hubungan rahasia.
Saat seseorang menjalani hubungan yang disembunyikan, tubuh cenderung berada dalam kondisi waspada terus-menerus. Rasa takut ketahuan, cemas, bersalah, hingga tekanan untuk terus berbohong dapat memicu pelepasan hormon stres, seperti adrenalin dan kortisol.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan tekanan darah, mempercepat denyut jantung, serta memicu peradangan pada pembuluh darah.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa stres psikologis yang berlangsung lama berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung koroner.
Sebuah meta-analisis yang melibatkan lebih dari 118 ribu orang menemukan bahwa individu dengan tingkat stres tinggi memiliki risiko lebih besar mengalami penyakit jantung koroner dibandingkan mereka yang tingkat stresnya lebih rendah.
Selain itu, aktivitas seksual memang secara alami meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Pada orang yang sudah memiliki penyakit jantung atau penyempitan pembuluh darah, aktivitas tersebut dalam kondisi emosi yang sangat tegang dapat menjadi pemicu terjadinya serangan jantung, meskipun kasusnya tergolong jarang.
Sebaliknya, hubungan yang sehat, penuh komitmen, dan saling mendukung umumnya dikaitkan dengan tingkat stres yang lebih rendah.
Kondisi psikologis yang lebih baik turut membantu menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
Pada akhirnya, menjaga kesehatan jantung tidak hanya dilakukan dengan pola makan sehat, olahraga rutin dan berhenti merokok.
Mengelola stres serta membangun hubungan yang sehat juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Sumber:
- Unggahan Instagram @dr.bobbyjantung oleh dr. Bobby Arfhan Anwar, Sp.JP(K).
- Richardson S, dkk. Meta-analysis of Perceived Stress and its Association with Incident Coronary Heart Disease. American Journal of Cardiology (2012).
- Kementerian Kesehatan RI – Stres dan Penyakit Jantung: Apakah Berhubungan? serta Stres Berujung Penyakit Jantung Koroner, Kenapa Bisa?
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....