Faktor Risiko Penyebab Diabetes, Konsumsi Karbohidrat Berlebih dan Genetik
- 17 Apr 2026 13:04 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Faktor risiko terjadinya Diabetes Mellitus dipengaruhi kombinasi faktor yang dapat diubah maupun yang tidak dapat diubah, di antaranya konsumsi karbohidrat berlebih serta faktor genetik atau keturunan.
Asupan karbohidrat berlebihan dalam jangka panjang berpotensi meningkatkan kadar gula darah dan memicu gangguan metabolisme, terutama jika tidak diimbangi aktivitas fisik yang cukup. Sementara itu, faktor genetik menjadi risiko yang tidak dapat dikendalikan, karena individu dengan riwayat keluarga penderita diabetes memiliki peluang lebih besar mengalami kondisi serupa sehingga diperlukan kewaspadaan melalui pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Hal tersebut disampaikan Epidemiolog Kesehatan Ahli Pertama Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Sulawesi Barat Dwi Mulyana saat menjadi salah satu narasumber di dialog RRI Mamuju, Jumat 17 April 2026.
Dirinya menyebut, penyakit tidak menular khususnya diabetes melitus, tidak memiliki satu penyebab spesifik seperti halnya penyakit menular. Penyakit ini dipengaruhi berbagai faktor risiko yang saling berkaitan.
“Penyakit tidak menular berbeda dengan penyakit menular yang memiliki faktor risiko spesifik atau penyebab yang jelas. Pada penyakit tidak menular, salah satunya diabetes melitus, kita tidak punya penyebab faktor risiko yang spesifik. Artinya banyak faktor risiko yang punya peranan menyebabkan diabetes melitus,” kata Dwi Mulyana.
Ia menjelaskan salah satu faktor risiko yang dapat memicu diabetes adalah konsumsi karbohidrat secara berlebihan dalam jangka panjang. Menurutnya, secara umum faktor risiko diabetes terbagi menjadi dua kelompok, yakni faktor risiko yang dapat diubah dan faktor risiko yang tidak dapat diubah.
Faktor risiko yang dapat diubah antara lain pola konsumsi makanan yang tidak seimbang, termasuk asupan karbohidrat berlebih yang berpotensi meningkatkan kadar gula darah.
Sementara itu, faktor risiko yang tidak dapat diubah namun memiliki peran penting terhadap terjadinya diabetes adalah faktor keturunan atau riwayat keluarga.
“Yang tidak bisa kita ubah, yang punya peran penting juga dalam penyebab diabetes itu salah satunya adalah keturunan,” ujarnya.
Dinas Kesehatan Sulawesi Barat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran menerapkan pola makan seimbang dan gaya hidup sehat sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit tidak menular, khususnya diabetes melitus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....